POJOKSATU.id - Dugaan praktik rente politik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menjadi sorotan.
Isu ini mencuat setelah adanya indikasi keterlibatan elite dan jaringan politik dalam pengelolaan program tersebut.
Hal ini diungkap oleh Mahfud MD dalam podcast Terus Terang yang tayang di YouTube Mahfud MD Official.
Baca Juga: Mahfud MD Bongkar Fakta MBG! Hanya 6,5 Persen Anak Nikmati MBG, Sisanya Diduga Dinikmati Elite!
Ia menyebut, keterlibatan elite dalam program MBG bukan lagi isu baru di lapangan.
“Memang banyak elit dan pejabat politik yang terlibat di situ bahkan ada elit yang punya sekian dapur.” kata Mahfud MD dikutip Pojoksatu.id dari YT Mahfud MD Official.
Pernyataan ini menguatkan dugaan bahwa pengelolaan dapur MBG tidak sepenuhnya berjalan profesional, melainkan terhubung dengan kepentingan tertentu.
Baca Juga: 10 Kampus Terbaik di Indonesia untuk Jurusan Psikologi, UI Masih Teratas
Mahfud juga menyinggung adanya pola yang mengarah pada praktik rente dalam distribusi program.
“Struktur rente jaringan politik menguasai dapur SPPG.” tegasnya.
Tak hanya itu ia mengungkap bahwa keuntungan dari pengelolaan dapur MBG dinilai cukup besar dan menjadi daya tarik tersendiri.
“Yang punya dapur itu ya banyak ini pemain-pemain keuntungannya setiap bulan sudah ratusan.” kata Mahfud
Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan, terutama jika distribusi pengelolaan tidak dilakukan secara terbuka dan transparan.
Mahfud pun mengingatkan agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola MBG.
“Ini harus dilihat tidak boleh dong begitu.” tegas Mahfud.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan program agar tidak terjebak dalam praktik perkoncoan.
“Jangan pakai perkoncoan ini dapat, itu dapat, ini punya prospek politik.” pungkasnya,
Baca Juga: 10 Kampus Terbaik di Indonesia untuk Jurusan Psikologi, UI Masih Teratas
Dengan berbagai temuan ini, publik kini menyoroti pentingnya transparansi dan pengawasan ketat agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan awal.
Yakni membantu masyarakat, bukan menjadi ladang kepentingan kelompok tertentu.***




