POJOKSATU.ID - Kritik tajam dilontarkan mantan Wakapolri Komjen (Purn) Adang Daradjatun terhadap sistem pendidikan Bintara Polri yang dinilai terlalu singkat.
Dalam rapat Komisi III DPR bersama jajaran Polri, Adang menyoroti durasi pendidikan Bintara yang hanya berlangsung sekitar lima bulan.
Menurutnya, waktu tersebut sangat tidak cukup untuk membentuk kualitas anggota polisi yang siap terjun ke lapangan.
Baca Juga: TPG Cair Lagi Usai Lebaran, Guru Coba Cek Status Rekening Banyak yang Sudah Valid
Ia bahkan mempertanyakan secara terbuka, apa yang sebenarnya bisa diharapkan dari lulusan dengan masa pendidikan sesingkat itu.
“Kalau hanya lima bulan, kita harus jujur, apa yang bisa dihasilkan?” ujarnya dalam rapat di Gedung DPR, Jakarta.
Adang menilai, dengan waktu terbatas tersebut, kemampuan dasar yang dimiliki lulusan kemungkinan hanya sebatas pelatihan fisik dan kedisiplinan dasar.
Baca Juga: MBG Tinggalkan Trauma Berat Bagi Siswa, Meski BGN Bertanggung Penuh untuk Penanganan
“Paling hanya bisa hormat, baris, lari. Itu realitanya,” tegasnya.
Padahal, menurut dia, peran Bintara sangat vital karena menjadi tulang punggung institusi Polri dalam menjalankan tugas di lapangan, mulai dari pelayanan hingga penegakan hukum.
Karena itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan Bintara Polri, termasuk penambahan durasi pendidikan agar lebih maksimal.
Tak hanya itu, Adang juga menyoroti pentingnya pendidikan lanjutan yang bersifat spesialis.
Ia mengingatkan bahwa pada masa lalu, Polri memiliki pusat pendidikan khusus yang melahirkan anggota dengan keahlian tertentu, seperti di bidang reserse maupun intelijen.
Menurutnya, keberadaan pendidikan spesialis tersebut sangat penting untuk menunjang profesionalisme anggota, terutama dalam menangani kasus-kasus yang semakin kompleks.
Adang pun mengingatkan, tanpa bekal pendidikan lanjutan yang memadai, tidak menutup kemungkinan muncul berbagai persoalan di lapangan, termasuk kesalahan dalam proses penyidikan.
Baca Juga: Dua Pesawat Tempur AS Jatuh Ditembak Iran, Trump Enggan Bahas Rincian Operasi Penyelamatan
“Kalau tidak diperbaiki, kita akan terus menghadapi masalah yang sama,” pungkasnya.
Ia berharap Komisi III DPR dapat mendukung peningkatan anggaran pendidikan Polri agar kualitas sumber daya manusia di institusi tersebut semakin baik.***




