POJOKSATU.id – Isu mengenai telegram rahasia yang menyebut status Siaga 1 bagi jajaran TNI menjadi sorotan publik.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD ikut memberikan pandangannya terkait kabar tersebut, pada podcast Terus Terang dari Youtube Mahfud MD Official.

Menurut Mahfud, perintah siaga satu dalam sistem militer bukanlah keputusan biasa.

Status tersebut biasanya dikeluarkan hanya dalam kondisi tertentu yang dinilai sangat serius oleh pimpinan militer.

Baca Juga: Tol Tentara

“Kalau sudah sampai betul ada perintah siaga satu itu berarti terjadi sesuatu yang serius,” kata Mahfud dikutip Pojoksatu.id dari Youtube Mahfud MD Official.

Ia menegaskan, keputusan seperti itu tidak mungkin diambil secara tiba-tiba tanpa analisis dan mekanisme yang jelas di internal militer.

“Gak mungkin kan seorang panglima itu tiba-tiba bangun tidur ngeluarkan perintah siaga satu. Pasti ada mekanismenya, ada laporan intelijen dan situasi yang dihitung,” jelasnya.

Baca Juga: Cair Pekan Kedua Maret! 26,042 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Tangerang Bakal Terima THR 2026, Anggaran Tembus Rp141,61 Miliar

Mahfud juga mengingat pengalamannya selama hampir lima tahun menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Dalam periode tersebut, ia mengaku tidak pernah menemukan adanya perintah Siaga 1 seperti yang kini ramai dibicarakan.

“Lima tahun saya hampir lima tahun menjadi Menkopolhukam rasanya tidak pernah ada tuh perintah siaga satu,” ungkapnya.

Baca Juga: THR PPPK Paruh Waktu 2026 Kabupaten Bandung SEGERA CAIR! Bupati Dadang Supriatna Sudah Siapkan Rp12 Miliar

Karena itu, Mahfud menilai apabila benar status tersebut dikeluarkan, maka kemungkinan ada situasi tertentu yang dianggap perlu mendapatkan kesiapsiagaan penuh dari unsur militer.

Dalam sistem pertahanan, status siaga biasanya memiliki beberapa level.

Siaga 1 merupakan tingkat kesiapan tertinggi, yang berarti seluruh personel dan alat utama sistem persenjataan harus siap digunakan kapan saja.

Meski demikian, Mahfud juga mengingatkan publik agar menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Baca Juga: Tol Tentara

Ia menilai masyarakat tidak perlu berspekulasi sebelum ada klarifikasi yang jelas dari pemerintah maupun TNI.

“Kita tidak tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi. Mari kita lihat saja bagaimana perkembangan masalah ini ke depannya,” ujarnya.

Mahfud berharap situasi keamanan nasional tetap terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.***