POJOKSATU.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Nipah yang tengah mencuat di India.
Ia menekankan pentingnya menjaga pola konsumsi makanan, terutama buah-buahan, bagi warga yang bepergian ke negara terdampak seperti India, Bangladesh, dan Pakistan.
Pesan tersebut disampaikan Budi saat berada di kompleks DPR, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: SAH! Presiden Prabowo Teken Keppres Cuti Bersama ASN 2026, Ini Daftar Tanggal Merahnya
Dalam keterangannya, ia menyoroti potensi penularan virus Nipah melalui buah terbuka yang terkontaminasi cairan atau air liur kelelawar.
“Virus Nipah, yang penting, kalau teman-teman ke sana, ke daerah India, Bangladesh, Pakistan, makan buahnya jangan makan buah yang terbuka. Makan buahnya yang direbus-rebus saja,” ujar Budi, dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com.
Menurutnya, salah satu pola penularan yang pernah terjadi di India berkaitan dengan konsumsi buah atau produk pangan yang telah terpapar hewan pembawa virus, khususnya kelelawar buah.
Karena itu, langkah sederhana seperti memastikan buah dikonsumsi dalam kondisi matang atau direbus dinilai dapat menurunkan risiko paparan.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Dalam sejumlah kasus sebelumnya, penularan juga dapat terjadi melalui kontak erat dengan penderita yang terinfeksi.
Baca Juga: Megawati Terima Doktor Honoris Causa dari Universitas Wanita Terbesar Dunia di Arab Saudi
Wabah terbaru di India kembali menjadi perhatian setelah lima kasus terkonfirmasi di wilayah Kolkata, Bengal Barat, sejak awal Januari 2026.
Meski belum ada laporan kematian, otoritas setempat telah mengarantina sekitar 100 orang yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien positif.
Langkah karantina dan pengujian intensif dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Pemerintah India juga meningkatkan pengawasan kesehatan di sejumlah wilayah yang dianggap berisiko.
Menkes Budi menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kasus virus Nipah di Indonesia.
Namun, pemerintah tetap melakukan pemantauan ketat, terutama terhadap pelaku perjalanan internasional dari negara yang melaporkan kasus.
Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada.
Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk memastikan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi aman, menjadi kunci pencegahan.
Baca Juga: Kuota Rekrutmen BUMN 2026 Dikabarkan Naik, Ini Daftar Sektor yang Buka Lowongan Terbanyak
Selain itu, masyarakat yang baru kembali dari wilayah terdampak dan mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, atau gangguan pernapasan, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Peringatan dini ini menjadi bagian dari upaya antisipasi agar virus Nipah tidak masuk dan menyebar di Indonesia. Dengan kewaspadaan bersama serta disiplin menjaga kesehatan, risiko penularan dapat ditekan sedini mungkin.***



.webp)
