POJOKSATU.id - Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, kembali memperoleh pengakuan internasional.

Kali ini, Megawati dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) oleh Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (9/2/2026).

Dalam upacara penganugerahan tersebut, Pelaksana Tugas Rektor PNU, Fawziyah bint Suliman Al Amro, menyampaikan pidato yang menyoroti peran strategis Megawati sebagai tokoh global sekaligus pionir kepemimpinan perempuan.

Ia mengawali sambutannya dengan menegaskan bahwa jarak geografis bukanlah penghalang bagi persatuan visi antarbangsa.

Baca Juga: Viral Seorang Ibu Tua Ngamuk di Kantor Pemprov DKI, Ngaku Lahannya Diambil, Sindir Jaman Ahok Lebih Enak!

"Meskipun ribuan kilometer memisahkan Riyadh dan Jakarta, ilmu pengetahuan menjembatani jarak dan visi bersama menyatukan bangsa-bangsa," kata Fawziyah.

Fawziyah menegaskan, Princess Nourah University yang dikenal sebagai universitas perempuan terbesar di dunia merasa bangga dapat menganugerahkan penghargaan akademik tertinggi tersebut kepada putri Proklamator Republik Indonesia.

Menurutnya, gelar ini merupakan bentuk pengakuan tulus atas sejarah yang telah diukir Megawati sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia, sekaligus dedikasinya yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara.

"Universitas dengan bangga menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Yang Mulia sebagai pengakuan atas kepemimpinan perintisnya sebagai wanita pertama yang memimpin bangsanya, dan kontribusinya yang abadi terhadap pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Baca Juga: Gaji Tak Kunjung Layak, Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Geruduk Gedung DPRD

Lebih lanjut, Fawziyah menjelaskan bahwa pemberian gelar kehormatan kepada tokoh perempuan bersejarah seperti Megawati memiliki makna yang sangat mendalam bagi institusi yang dipimpinnya.

Hal ini dinilai sejalan dengan transformasi besar yang tengah berlangsung di Arab Saudi, khususnya dalam upaya pemberdayaan perempuan.

"Dengan menghormati seorang pemimpin perempuan bersejarah, Universitas Putri Nourah bint Abdulrahman menegaskan kembali misinya untuk memberdayakan perempuan, merayakan kepemimpinan transformatif, dan memajukan nilai-nilai akademik global yang selaras dengan Visi Saudi 2030," paparnya.

Selain memiliki dimensi akademik dan gender, kunjungan Megawati ke Riyadh juga disebut sebagai simbol eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi.

Baca Juga: Contoh 9 Film Korea Terbaru yang Wajib Ditonton, Alurnya Bikin Deg-degan dan Baper Sekaligus

Rektor PNU menyambut hangat kehadiran delegasi Indonesia dan menyebut momen ini sebagai refleksi kekuatan hubungan bilateral kedua negara.

"Kunjungan ini mencerminkan kekuatan hubungan Saudi-Indonesia dan komitmen bersama kita terhadap masa depan yang dibentuk oleh pengetahuan," tambahnya.

Menutup pidatonya, Fawziyah menyampaikan ucapan selamat kepada Megawati atas penghargaan yang dinilai sangat layak diterima tersebut, sekaligus mengucapkan terima kasih atas kehadirannya di lingkungan kampus PNU.

"Kami mengucapkan selamat kepada Yang Mulia atas penghargaan yang layak ini," pungkasnya. ***