POJOKSATU.id – Kritik tajam kembali dilayangkan Mahfud MD terkait lemahnya ketuntasan penegakan hukum di Indonesia.
Meski aparat kerap menampilkan aksi penangkapan dan penyitaan di ruang publik, Mahfud menilai banyak kasus berhenti di tengah jalan tanpa penyelesaian yang jelas.
Dalam podcast Terus Terang, Mahfud mengungkap fenomena yang menurutnya berbahaya bagi keadilan masyarakat.
Baca Juga: Skor Korupsi Anjlok, Mahfud MD Sebut Tangkap-Tangkap Cuma Tampilan, Korupsi Tetap Merajalela!
Ia menyoroti pola aparat yang berani menangkap, namun tidak berani menuntaskan proses hukumnya.
“Orang sudah terlanjur melakukan sesuatu lalu nggak berani nyelesaikan mengembalikan hak juga tidak,” ujarnya.
Mahfud mencontohkan kasus seorang perempuan yang hartanya disita KPK dengan dugaan tindak pidana pencucian uang.
Baca Juga: Beda Nasib PPPK! Penuh Waktu Dapat Gaji ke-13, Paruh Waktu Masih Abu-abu
Namun hingga empat tahun berlalu, tidak ada proses hukum yang berjalan maupun pengembalian aset.
“Dia minta diadili, tapi nggak diadili juga. Uangnya tidak dikembalikan. Ini banyak terjadi,” tegasnya.
Menurut Mahfud, praktik seperti ini membuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum semakin merosot.
Baca Juga: Skor Korupsi Anjlok, Mahfud MD Sebut Tangkap-Tangkap Cuma Tampilan, Korupsi Tetap Merajalela!
Penangkapan yang dipertontonkan secara besar-besaran justru kehilangan makna ketika proses akhirnya mandek dan tidak berujung pada kepastian hukum.
Ia mengingatkan bahwa keberanian aparat tidak boleh berhenti pada momentum penangkapan.
Yang dibutuhkan adalah penyelesaian kasus secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Tata kelola penegakan hukum itu penting. Jangan hanya menunjukkan bahwa sudah menangkap, tapi substansinya tidak sesuai,” kata Mahfud.
Kritik Mahfud sejalan dengan penurunan skor Corruption Perception Index (CPI) Indonesia yang anjlok dari 37 menjadi 34.
Baca Juga: Skor Korupsi Anjlok, Mahfud MD Sebut Tangkap-Tangkap Cuma Tampilan, Korupsi Tetap Merajalela!
Kondisi ini menandakan persepsi global terhadap kualitas penegakan hukum dan pemberantasan korupsi semakin memburuk.
Mahfud menegaskan bahwa negara hanya bisa selamat apabila hukum ditegakkan secara konsisten.
“Negara ini tidak akan selamat kalau hukumnya dimain-mainkan,” ujarnya memberi peringatan.
Baca Juga: Makin Berkelas, Warna Baru dan Fitur Premium Honda PCX160 Siap Manjakan Pengendara
Isyarat keras ini kembali menekan pemerintah dan lembaga penegak hukum agar tidak hanya sibuk bertindak di panggung.
Tetapi menyelesaikan kasus hingga tuntas demi keadilan publik.***




