POJOKSATU.id – Penurunan skor Corruption Perception Index (CPI) Indonesia kembali memantik tanda bahaya serius. Skor yang sempat berada di angka 37.
Kini merosot menjadi 34, sekaligus menempatkan Indonesia di peringkat 109 dunia.
Dalam podcast Terus Terang, Mahfud MD mengungkap paradoks tersebut secara gamblang.
Menurutnya apa yang terlihat di permukaan tidak mencerminkan kondisi sesungguhnya di lapangan.
Baca Juga: Beda Nasib PPPK! Penuh Waktu Dapat Gaji ke-13, Paruh Waktu Masih Abu-abu
“Kita kelihatannya secara tampilan gitu, tangkap sana, umumkan, sita sana tapi justru terjadi penurunan dari 37 ke 34,” ujarnya.
Mahfud menegaskan bahwa “korupsi tetap banyak di mana-mana,” meski aparat terlihat agresif melakukan penindakan.
Penurunan skor CPI itu dibenarkan Sekjen Transparency International Indonesia (TII), Danang Widoyoko.
Baca Juga: Makin Berkelas, Warna Baru dan Fitur Premium Honda PCX160 Siap Manjakan Pengendara
Yang menjelaskan bahwa Indonesia kini berada di bawah rata-rata Asia Pasifik dan dunia.
“Skor kita turun dari tahun lalu 37 menjadi 34. Itu berarti risiko korupsi dipandang semakin tinggi,” tegas Danang.
Mahfud menilai salah satu penyebabnya adalah lemahnya konsistensi lembaga penegak hukum.
Baca Juga: Beasiswa Thailand 2026 Dibuka, Skema Fully Funded dari Pemerintah hingga Kampus Ternama
Ia menyinggung kinerja KPK yang dianggap tidak menunjukkan penguatan berarti sepanjang tahun lalu. “Tahun kemarin KPK seperti nggak kerja apa-apa,” kata Mahfud.
Selain itu, banyak proses hukum yang menurutnya berhenti di tengah jalan.
Ia mengungkap adanya kasus warga yang hartanya disita KPK selama empat tahun tanpa kejelasan hukum.
“Kalau saya salah, tolong diadili. Tapi ini tidak diadili, uangnya tidak dikembalikan,” ujar Mahfud menirukan keluhan korban.
Baca Juga: Beasiswa Thailand 2026 Dibuka, Skema Fully Funded dari Pemerintah hingga Kampus Ternama
Penangkapan yang dipertontonkan tanpa tata kelola kuat justru dinilai memperdalam ketidakpercayaan publik.
Mahfud menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tak bisa berhenti pada seremoni. “Kalau hukumnya dimain-mainkan, negara ini tidak akan selamat. Hati-hati,” ucapnya.
Turunnya skor CPI menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memperbaiki kualitas hukum dan memastikan penindakan korupsi berjalan substansial, bukan sekadar pencitraan.***



.webp)
