POJOKSATU.ID - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) melontarkan pernyataan tegas terkait persoalan banjir yang kerap melanda Jakarta.

Menurut JK, masalah banjir tidak semestinya selalu dibebankan sebagai kesalahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga.

Pernyataan tersebut disampaikan JK usai mendampingi Pramono dalam kegiatan kerja bakti bertajuk Jaga Jakarta di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga: Aktivasi Bantuan Insentif dan BSU Guru 2025 Diperpanjang, Segera Lakukan Langkah Ini Sebelum Hangus!

Dalam kesempatan itu, JK menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Jadi kita bersama-sama. Pokoknya kalau banjir, jangan marahi gubernur, marahi diri sendiri. Kenapa rumah saya tidak bersih? Kenapa selokan saya tidak bersih? Kenapa buang sampah di sungai?” ujar JK, dikutip pojoksatu.id dari sindonews.

Menurut Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 tersebut, banjir merupakan persoalan kompleks yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Guru Non ASN Wajib Tahu! Ini Perbedaan Bantuan Insentif dan BSU 2025 serta Syaratnya!

Perilaku masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan, memiliki peran besar dalam mencegah terjadinya genangan air.

JK menilai masih banyak warga yang kurang peduli terhadap kebersihan selokan, sungai, dan saluran air di sekitar tempat tinggalnya.

Padahal, kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya aliran air saat hujan deras.

Baca Juga: Kasus Penyalahgunaan LPG 3 Kg Terungkap, Pertamina Regional JBB–Polri Perkuat Sinergi Pengawasan

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari normalisasi sungai hingga pengerukan saluran air.

Namun, tanpa dukungan masyarakat, langkah tersebut tidak akan berjalan optimal.

“Kalau selokan mampet karena sampah, hujan sedikit saja pasti banjir. Ini tanggung jawab kita semua,” kata JK.

Dalam kegiatan kerja bakti tersebut, JK dan Pramono Anung turut meninjau langsung kondisi lingkungan di Cipinang Melayu, kawasan yang kerap terdampak banjir saat musim hujan.

Mereka menyaksikan proses pembersihan saluran air, pengangkutan sampah, serta pengerukan sedimentasi sungai.

Baca Juga: Batas Akhir Aktivasi Rekening Penerima Bantuan Insentif dan BSU Guru Diperpanjang Hingga 30 Juni 2026

JK mengapresiasi keterlibatan ASN Pemprov DKI Jakarta, petugas lapangan, serta unsur TNI dan Polri yang ikut bergotong royong membersihkan lingkungan.

Ia berharap kegiatan semacam ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi budaya yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memperbaiki sistem pengendalian banjir.

Baca Juga: Kemendikdasmen Integrasikan TKA dan eRapor dalam Sistem Evaluasi Nasional!

Namun, ia juga sejalan dengan pandangan JK bahwa peran aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan.

Pernyataan JK tersebut pun menuai beragam respons publik.

Sebagian menilai ucapan tersebut sebagai pengingat penting agar warga tidak selalu mencari kambing hitam saat banjir terjadi.

Baca Juga: Sekolah Kini Bebas Tentukan Nasib Pelaksanaan TKA 2026! Apa Saja?

Namun ada pula yang berharap pemerintah tetap mempercepat pembenahan infrastruktur pendukung.

Terlepas dari pro dan kontra, pesan JK jelas banjir bukan hanya urusan gubernur, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari kesadaran setiap individu menjaga lingkungannya sendiri.***