POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air bukan perkara mudah.
Setiap langkah penegakan hukum, menurutnya, hampir selalu diiringi perlawanan dari pihak-pihak yang merasa terancam kepentingannya.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Pengukuhan dan Taaruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo berbicara terbuka mengenai tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih.
Menurut Prabowo, kelompok yang menolak pemberantasan korupsi umumnya adalah mereka yang selama ini diuntungkan oleh sistem yang tidak transparan.
Ia menyebut, setiap kali negara berupaya menegakkan hukum dan keadilan, selalu ada serangan balik yang muncul.
“Setiap kali kita mau memberantas korupsi, setiap kali kita mau menegakkan hukum dan keadilan, kelompok-kelompok koruptor ini selalu menyerang balik,” kata Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari youtube sekretariat presiden.
Ia bahkan menyebut kelompok tersebut sebagai perampok kekayaan negara yang tidak ingin Indonesia memiliki pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Menurutnya, berbagai upaya adu domba dan provokasi kerap dilakukan untuk melemahkan semangat persatuan bangsa.
Baca Juga: Komjen Purn Dharma Pongrekun Tegas: Stop MBG Sekarang, Program Ini Disebut Sarang Korupsi
“Mereka selalu ingin bikin kerusuhan, selalu ingin memecah belah kita. Kenapa? Karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di bumi Republik Indonesia,” tegasnya.
Prabowo menekankan bahwa kekayaan alam dan sumber daya Indonesia harus dijaga demi kepentingan seluruh rakyat, bukan segelintir elite.
Oleh sebab itu, ia menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan agenda pemberantasan korupsi tanpa ragu, meski menghadapi tekanan dan risiko politik.
“Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia. Ini memang tidak ringan,” ujar Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mundur dalam menegakkan hukum dan undang-undang.
Baca Juga: Polemik Teras Cihampelas Berlanjut, Wali Kota Bandung Sebut Gagal Jadi Pusat UMKM dan Rawan Keamanan
Baginya, keberanian dalam melawan korupsi adalah syarat utama untuk menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata.
Prabowo berharap seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh agama dan masyarakat sipil, dapat bersatu mendukung langkah pemerintah dalam membersihkan praktik-praktik koruptif.
Ia menilai persatuan nasional menjadi kunci agar upaya pemberantasan korupsi tidak mudah digoyang oleh kepentingan sempit.
Baca Juga: RKPD 2027 Kota Bandung Fokus Tekan Pengangguran dan Kemiskinan, DPRD Dorong Sinergi Lintas OPD
Pernyataan Presiden tersebut pun mendapat perhatian luas, mengingat isu korupsi masih menjadi salah satu persoalan utama yang terus membayangi perjalanan demokrasi dan pembangunan di Indonesia.




