POJOKSATU.ID - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akhirnya memberikan respons resmi terkait polemik kritik yang disampaikan komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand-up comedy spesial bertajuk Mens Rea.

Kritik tersebut menyinggung isu konsesi tambang yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan dan memicu perdebatan di ruang publik.

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menanggapi polemik tersebut dengan pendekatan yang menekankan kedewasaan dan etika dalam menyikapi kritik.

Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 40,99 Triliun Sepanjang 2025, Dorong UMKM dan Sektor Produksi Nasional

Dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/1/2026), Anwar Abbas menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Anwar, kritik seharusnya tidak dipandang sebagai serangan, melainkan sebagai sarana evaluasi dan introspeksi.

Ia mengingatkan agar masyarakat, termasuk warga persyarikatan Muhammadiyah, tidak bersikap antikritik ketika muncul pandangan berbeda di ruang publik.

Baca Juga: Tak Hanya Gaji, PPPK Paruh Waktu Bengkulu Utara Ternyata Dapat THR

“Kritik adalah elemen vital bagi kesehatan sebuah bangsa. Bangsa yang menutup diri dari kritik justru berpotensi mengalami stagnasi,” tegas Anwar Abbas dalam keterangannya.

Pernyataan ini sekaligus menandai sikap resmi Muhammadiyah setelah sebelumnya Anwar Abbas mengaku tidak mengenal kelompok yang melaporkan Pandji terkait materi komedinya.

Ia menilai, perbedaan pandangan seharusnya disikapi dengan dialog dan pemikiran terbuka, bukan dengan reaksi berlebihan.

Baca Juga: 5 Kontroversi Terbesar Gus Yaqut! Dari Polemik Adzan hingga Terseret Kasus Korupsi Kuota Haji

Anwar Abbas juga menekankan bahwa kebebasan berekspresi harus diiringi dengan tanggung jawab moral.

Namun demikian, ia mengingatkan agar kritik, termasuk yang disampaikan melalui seni dan komedi, tidak langsung disikapi secara represif.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjadikan kritik sebagai bahan refleksi bersama. Jika ada yang kurang tepat, klarifikasi dan dialog adalah jalan yang lebih sehat,” ujarnya.

Baca Juga: Soal Kritik Kontroversial Komika Pandji, DPR Menilai Wajar, Jadi Tak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum

Polemik ini bermula dari materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyinggung isu tambang dan peran ormas keagamaan.

Materi tersebut menuai respons beragam, mulai dari dukungan atas kebebasan berekspresi hingga kritik yang menilai materi tersebut menyinggung pihak tertentu.

Sikap PP Muhammadiyah yang menekankan kedewasaan dinilai sebagai upaya meredam ketegangan dan menjaga ruang publik tetap kondusif.

Baca Juga: Istri yang Jarang Tersorot, Kini Jadi Sorotan! Profil Eny Retno Pendamping Setia Gus Yaqut 21 Tahun

Anwar Abbas berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi dan mampu memilah antara kritik konstruktif dan serangan personal.

Ia juga mengajak publik untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat, di mana perbedaan pandangan tidak berujung pada polarisasi.

Dalam konteks ini, kritik justru dapat menjadi pemicu perbaikan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Baca Juga: Fasilkom UI Resmi Buka Prodi Sarjana Kecerdasan Artifisial, Mulai Terima Mahasiswa 2026

Respons Muhammadiyah ini menegaskan posisi organisasi tersebut sebagai bagian dari elemen bangsa yang mendorong dialog, keterbukaan, dan sikap dewasa dalam menyikapi dinamika sosial dan politik yang berkembang di masyarakat.***