POJOKSATU.id, PADANG—Mantan Capres Anies Baswedan mengunjungi Nagari (Desa) Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumbar yang terdampak banjir dan longsor.

Namun di kampung ini, banjir yang terjadi berupa batu-batu besar yang menghantam dan memendam puluhan rumah warga.

Tidak saja datang berkunjung, Anies Baswedan juga memberikan solusi berupa menyewa alat berat untuk membersihkan tumpukan material longsor.

“Bila di daerah lain kita telah melihat bencana banjir gelondongan kayu, maka di Nagari Sungai Batang, Agam, Sumatera Barat ini banjirnya tak kalah dahsyat dan merusak, yaitu banjir batu-batu besar,” ujar Anies di akun Instagram pribadinya seperti dilihat Selasa (23/12).

Baca Juga: Usai Turun ke Lokasi, Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatra, Agar Penanganan Lebih Cepat dan Terkoordinasi

Menurut Anies, akses di Nagari ini sempat terputus, listrik dan sinyal hilang, membuat wilayah ini luput dari jangkauan alat berat di hari-hari awal.

“Saat ini, bersama warga, Humanies Project menyewa unit ekskavator untuk membangun tanggul darurat, menahan aliran Sungai Batang agar tidak meluas dan memicu bencana susulan,” ujarnya lagi.

“Usaha ini dilakukan sambil terus menguatkan semangat warga bantu warga, memastikan pemulihan berjalan aman, adil, dan bermartabat bagi seluruh saudara kita,” jelas Anies lagi dalam postingannya.

Dalam rekaman video terlihat kondisi perkampungan yang tertimbun batu-batu besar. Bahkan masjid di sana hanya menyisakan kubah saja, disebabkan tertimbun batu dan tanah longsoran.

Baca Juga: Anies Menimbang Banjir Sumatera Layak Bencana Nasional, Pemerintah Bakal Lebih Leluasa Membantu

Dalam wawancara mantan Gubernur DKI Jakarta itu bersama warga, diketahui ada tiga jorong (dusun) yang terdampak banjir dan longsor di kampung ini yaitu Jorong Labuah, Jorong Nagari dan Jorong Tujuh.

Sementara itu Sekretaris Nagari Sungai Batang, Ade Chandra mengatakan, kerusakan berupa korban jiwa, kerusakan rumah, lahan pertanian hingga fasilitas umum.

“Ada sekitar 80 rumah yang rusak berat atau hancur, sekitar 100 KK penghuninya masih mengungsi,” ungkap Ade, Selasa (16/12/2025).

Ade mengatakan dalam musibah yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, terdapat 5 korban jiwa meninggal di nagari ini, semuanya berasal dari Jorong Labuah.***