POJOKSATU.id, JAKARTA—Anies Baswedan bersuara meminta pemerintah pusat dengan sungguh-sungguh mempertimbangkan agar bencana banjir di Pulau Sumatera ditetapkan bencana nasional.
Dengan penetapan bencana nasional maka pemerintah akan lebih leluasa dan memiliki ruang lebih besar membantu masyarakat terdampak di Aceh, Sumut dan Sumbar.
Begitu juga korban bencana, akan lebih banyak mendapat bantuan dari berbagi pihak pada saat ini dan juga nanti pada saat pascabencana.
Menurut Anies Baswedan sebagaimana dikutip dari akun Instagram miliknya @aniesbaswedan, Jumat (12/12), dengan status bencana nasional, Pemerintah Pusat akan memiliki ruang lebih besar dan tanpa ragu-ragu untuk bertindak, baik pengerahan personel, anggaran, alat berat dan program lainnya.
Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Alasan Publik Tak Terima Cara Pejabat Bersikap, Seperti Anggap Remeh Bencana!
Dan untuk korban bencana, dengan status bencana nasional ini maka bantuan logistik, makanan, tenda, obat-obatan, bantuan kesehatan, dukungan psikososial, dan hal lainnya, akan lebih banyak didapat.
“Akses jalan yang putus lebih cepat dibuka karena alat berat, TNI dan semuan instansi bisa digerakkan dengan masif,” kata mantan Mendikbud era Jokowi ini.
Sementara ke depan, dengan status bencana nasional ini maka program perbaikan rumah, bantuan usaha kecil, bisa lebih kuat karena dibiayai negara, bukan mengandalkan APBD dari daerah terdampak yang terbatas.
Baca Juga: Viral Kasus Kalibata, Polisi Tangkap Enam Anggota Polri Sendiri dan Ditetapkan Sebagai Tersangka
Anies mengaku paham jika ditetapkan bencana nasional akan ada kekhawatiran penanganan dan anggaran akan tumpang tindih, rawan korupsi atau penyelewengan dan juga intervensi pihak luar.
“Kekhawatiran itu wajar, tapi jawabannya bukan menahan status bencana nasional. Melainkan tata kelolanya diawasi sejak awal,” tegas Anies yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Menurutnya, meski bencana sudah berjalan waktu, namun penetapan bencana nasional ini belum terlambat, masih sangat relevan mengambil keputusan ini disebabkan tanggap darurat masih berlangsung.
“Dan pemulihan pun akan berlangsung lama atau panjang,” jelasnya.
Dan keputusan hari ini akan menentukan seberapa kuat dukungan negara kepada para korban bencana dalam satu atau dua tahun ke depan.
“Menurut saya perlu sungguh-singguh dipertimbangkan agar bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar ini berstatus bencana nasional,” tegas Anies.
“Sehingga pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, ormas dan kita semua bisa bergerak lebih masif, lebih cepat jika status ini ditetapkan,” ujarnya.
“Lalu sama-sama mengawalnya supaya dikelola dengan jujur dan terbuka. Agar korban bencana benar-benar merasakan bahwa Indonesia berdiri di belakang mereka,” jelasnya lagi.
Anies juga sudah melihat langsung skala kerusakan dan penderitaan warga yang terkena dampak bencana di Sumut, Sumbar dan Aceh.
Dia mengaku, sudah beberapa hari berkeliling mengunjungi korban bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang Provinsi Aceh, Kota Padang Sumbar dan Kabupaten Langkat Sumatera Utara.
Lalu Anies mengobrol dengan ibu-ibu, anak-anak sekolah serta bapak-bapak yang berada di lokasi pengungsian.
“Setelah melihat langsung, rasanya sulit menyebut ini sebagai bencana biasa yang bisa ditangani sendiri oleh daerah. Menurut saya kita sudah waktunya mengakui ini bencana nasional,” jelas Anies.
Anies mendasari pernyataannya ini dengan melihat skala kerusakan dan penderitaan warga di daerah bencana, dimana sekarang memang butuh kekuatan negara untuk memulihkannya.***




