POJOKSATU.id - Akhirnya, Tito Karnavian meminta maaf pada 19/12/2025. Setelah pernyataannya soal nilai bantuan Malaysia untuk Aceh viral dan memicu kegaduhan lintas negara.

Menteri Dalam Negeri itu buka suara dan mengakui bahwa ucapan yang beredar telah menimbulkan persepsi negatif di publik.

Permintaan maaf ini menjadi titik balik dari polemik yang sejak beberapa hari terakhir menguasai lini masa Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga: Viral! Jembatan Penghubung Keerom Papua Putus Dihantam Gelondongan Kayu Banjir Sungai Pas

“Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengecilkan bantuan, dukungan dari warga Malaysia kepada Aceh,"

"tidak, sama sekali tidak bermaksud itu. Kalau ada yang salahpaham saya minta maaf,”

ujar Tito di Jakarta dikutip pojoksatu.id dari instagram @infobandaceh 19/12/2025.

Baca Juga: Viral! Megawati Singgung Bantuan Bencana Cuma Mi Instan Sebut Bisa Kembung Perut!, Netizen Langsung Riuh

Kegaduhan bermula ketika potongan video Tito menyebut bantuan obat-obatan dari Malaysia “tidak sampai Rp1 miliar” viral.

Dan ditafsirkan seolah ia meremehkan dukungan kemanusiaan dari negeri jiran.

Dalam hitungan jam, potongan tersebut menyebar luas di TikTok, Instagram, hingga X, memicu gelombang komentar berisi kritik dan kemarahan.

Warganet Malaysia menjadi salah satu yang paling vokal.

Baca Juga: Viral! Megawati Ngamuk Soal Damkar Lambat Tangani Kebakaran, Netizen Ikut Geram

Banyak dari mereka menganggap pernyataan Tito tidak pantas, terlebih karena Malaysia selama ini dikenal sering mengirim bantuan ke Aceh setiap terjadi bencana.

Reaksi keras itu kemudian memantik diskusi besar-besaran, memperpanjang jejak polemik hingga ke platform media sosial Indonesia.

Melihat situasi kian memanas, Tito tampil memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah bermaksud mengecilkan bantuan Malaysia.

Baca Juga: Viral! Jembatan Penghubung Keerom Papua Putus Dihantam Gelondongan Kayu Banjir Sungai Pas

Menurutnya, pernyataan soal angka bantuan itu sebenarnya disampaikan dalam konteks membandingkan besarnya tanggung jawab pemerintah Indonesia.

Yang sejak hari pertama telah menangani bencana melalui berbagai instansi, termasuk dukungan pemerintah daerah.

Namun ia mengaku memahami bahwa potongan yang beredar telah memicu kesalahpahaman.

Baca Juga: Viral! Megawati Singgung Bantuan Bencana Cuma Mi Instan Sebut Bisa Kembung Perut!, Netizen Langsung Riuh

Dalam pernyataannya, Tito menyampaikan permintaan maaf kepada publik Indonesia dan Malaysia.

Ia menyebut jika ucapannya dianggap tidak sensitif atau melukai perasaan rakyat Malaysia, maka ia memohon maaf dengan tulus.

Menurutnya, solidaritas kemanusiaan seharusnya tidak dipandang dari nilai nominal, melainkan semangat membantu sesama.

Baca Juga: Korban Banjir dan Longsor di Sumatra Tembus 1.071 Jiwa, BNPB Akui Operasi SAR Masih Berpacu dengan Waktu

Tito juga menyoroti hubungan baik Indonesia-Malaysia yang sudah terjalin kuat sejak lama.

Ia mengatakan dirinya mengenal baik pejabat-pejabat tinggi Malaysia dan hubungan antarnegara tetap harmonis.

Permintaan maaf itu, menurut Tito, adalah bentuk tanggung jawab moral agar tidak memicu ketegangan yang tidak perlu di antara masyarakat dua negara.

Namun, meski klarifikasi sudah disampaikan, reaksi publik belum sepenuhnya mereda.

Influencer Malaysia, jurnalis, dan para analis sempat memberikan tanggapan masing-masing.

Sebagian menilai permintaan maaf Tito sebagai langkah tepat, sementara lainnya masih mengkritik gaya komunikasinya yang dianggap kurang hati-hati.

Baca Juga: Viral! Megawati Ngamuk Soal Damkar Lambat Tangani Kebakaran, Netizen Ikut Geram

Di Indonesia, respons publik terbelah. Ada yang membela Tito dengan menyebut pernyataannya dipotong dan disebarkan tanpa konteks.

Namun banyak pula yang menilai pejabat publik selevel menteri seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, mengingat dampak diplomatiknya sangat besar.

Beberapa pengamat hubungan internasional menekankan bahwa insiden ini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah potongan video bisa memicu kegaduhan masif dalam hitungan jam.

Baca Juga: Viral! Jembatan Penghubung Keerom Papua Putus Dihantam Gelondongan Kayu Banjir Sungai Pas

Mereka menilai bahwa permintaan maaf Tito adalah langkah krusial untuk menjaga hubungan bilateral tetap stabil.

Karena isu kemanusiaan selalu sensitif di mata publik dua negara.

Di tengah hingar-bingar kontroversi ini, pemerintah Indonesia tetap menegaskan bahwa setiap bantuan internasional berapa pun nilainya adalah bentuk solidaritas yang dihargai.

Baca Juga: Viral! Megawati Singgung Bantuan Bencana Cuma Mi Instan Sebut Bisa Kembung Perut!, Netizen Langsung Riuh

Bagi banyak masyarakat Aceh, bantuan Malaysia tidak hanya simbol dukungan, tetapi juga bukti ikatan emosional historis antara Aceh dan negeri jiran.

Kini, setelah klarifikasi dan permintaan maaf disampaikan, harapannya tensi yang sempat meninggi bisa mereda.

Meski begitu, insiden ini menjadi pelajaran penting bahwa satu kalimat apalagi dalam format video yang dipotong dapat mengguncang percakapan publik dua negara sekaligus.***