POJOKSATU.ID - Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya akhirnya angkat bicara menanggapi kritik dan narasi publik terkait penanganan bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera.

Ia menegaskan bahwa sejak awal kejadian, seluruh unsur negara bersama masyarakat telah bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat penanganan dan pemulihan daerah terdampak.

Teddy menilai penting bagi semua pihak untuk berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan ke ruang publik.

Baca Juga: Pahlawan Bondi Dihadiahi Rp41 Miliar! Dunia Patungan untuk Pria Muslim yang Hadang Penyerangan di Australia

Menurutnya, narasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan persepsi keliru, seolah-olah negara tidak hadir atau tidak bekerja di tengah situasi darurat bencana.

“Sejak detik pertama kejadian, semua unsur sudah bergerak dan bekerja di lapangan. Jangan sampai narasi yang berkembang justru menggiring opini bahwa pemerintah diam,” ujar Teddy dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya dilakukan oleh satu institusi, melainkan kerja kolaboratif berbagai elemen.

Baca Juga: Dualisme PBNU Tak Kunjung Reda, Pj Ketum Zulfa Mustofan Keliling Pesantren di Jatim Cari Dukungan?

Mulai dari TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat setempat turut terlibat aktif.

Menurut Teddy, banyak kerja kemanusiaan yang dilakukan tanpa sorotan kamera dan tidak selalu muncul di media.

Namun, kerja-kerja tersebut memiliki peran vital dalam menyelamatkan nyawa dan membantu pemulihan masyarakat terdampak.

Baca Juga: PPG Bukan Akhir, Tapi Awal Karier Guru, Ini Penjelasan dan Arah yang Perlu Disiapkan

“Banyak yang bekerja siang dan malam tanpa publikasi. Fokus mereka bukan pencitraan, tapi keselamatan dan pemulihan warga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Teddy juga menyoroti pengorbanan para petugas di lapangan yang mempertaruhkan keselamatan bahkan nyawa mereka saat menjalankan tugas.

Ia meminta agar dedikasi tersebut tidak diabaikan hanya karena tidak terlihat di ruang publik.

Baca Juga: Persiapan Penting Sebelum Perjalanan Jauh dengan Motor agar Tetap Aman dan Nyaman

“Ada petugas yang gugur saat bertugas. Pengabdian mereka harus dihargai sebagai bentuk nyata kehadiran negara untuk rakyat,” katanya.

Seskab menilai bahwa kritik tetap diperlukan dalam negara demokratis.

Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara konstruktif dan proporsional, bukan dengan narasi yang justru melemahkan semangat kerja di lapangan.

Baca Juga: Terungkap! Ribuan KTP Warga Tanjung Morawa Disembunyikan Pegawai Honorer Sejak 2020

Teddy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berkontribusi secara positif dalam penanganan bencana.

Bentuk kontribusi tersebut bisa berupa masukan yang aplikatif, dukungan moral, hingga partisipasi langsung dalam kegiatan kemanusiaan.

“Kita butuh kerja sama dan energi positif. Masukan yang membantu di lapangan akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.

Baca Juga: TMT Mulai Januari 2026, Segini Besaran Gaji 280 PPPK Paruh Waktu Seluma yang Baru Dilantik

Ia menegaskan, penanganan bencana adalah tugas bersama yang membutuhkan solidaritas nasional.

Dengan menjaga komunikasi yang sehat dan saling menghargai peran masing-masing, Teddy optimistis upaya pemulihan di wilayah terdampak bencana Sumatera dapat berjalan lebih efektif dan cepat.***