POJOKSATU.id - Sebuah video tengah mencuri perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman itu terlihat ramai warga berjalan mengikuti sebuah truk bantuan yang membawa tumpukan kasur bersama sejumlah relawan.
Momen tersebut sontak menyedot perhatian warganet karena menunjukkan bagaimana warga begitu berharap bisa mendapatkan kasur yang dibawa rombongan bantuan tersebut.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Dalam video yang diunggah ulang oleh akun Instagram sumut_headlines, terdengar suara sang perekam yang mengungkapkan rasa lelahnya saat terus mengikuti para relawan.
Ia mengatakan bahwa dirinya sudah berjalan cukup jauh hanya demi berharap kebagian kasur bantuan.
“Capek lo kami ngikuti kaka dari tadi kak” ujarnya dengan nada lelah dan kesal, dikutip PojokSatu.id dari Instagram sumut_headlines.
Baca Juga: Program MBG Tak Boleh Pakai Produk Pabrik, BGN Prioritaskan Warga Sekitar dan UMKM Lokal
Menurut dugaan, para warga mengikuti truk tersebut karena tempat tidur mereka rusak setelah bencana banjir yang melanda wilayah itu.
Banyak dari mereka mengaku belum menerima bantuan apa pun sehingga berharap besar pada rombongan relawan yang membawa perlengkapan tersebut.
Dalam video yang sama, sang perekam sempat meminta agar bantuan kasur dibagikan di tempat kepada warga yang sudah mengikuti relawan sejak awal.
Baca Juga: Viral! Dedi Mulyadi Tegur Pelajar yang Numpang Truk, Respons Mereka Langsung Kocar-Kacir
Namun, respons dari pihak relawan menunjukkan bahwa pembagian bantuan tidak bisa dilakukan sembarangan. Diduga sudah ada aturan teknis atau mekanisme tertentu yang harus dipatuhi.
Terlihat sang relawan menjelaskan bahwa mereka memiliki “tanggung jawab lain” sehingga tidak bisa langsung membagikan kasur tersebut kepada warga yang mengikutinya.
Meski begitu, penjelasan itu tampaknya tidak sepenuhnya dipahami oleh warga yang berharap segera mendapat bantuan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi dari pihak relawan, instansi terkait, atau pemerintah setempat mengenai video viral tersebut.
Baca Juga: Pemkot Serang Perkuat Tata Kelola Perumdam demi Layanan Air Bersih Berkualitas
Hal itu membuat warganet semakin ramai membahas kejadian itu karena informasi yang beredar masih satu arah dari rekaman video saja.
Di kolom komentar, reaksi warganet terbelah menjadi dua kubu.
Sebagian menilai bahwa warga seharusnya lebih bersabar dan mengikuti prosedur pembagian bantuan agar tidak terjadi kekacauan.
Baca Juga: Tambang Emas Ketapang Ricuh, 15 WN China Bersenjata Serang TNI dan Petugas di Kalimantan Barat
jika belum kebagian ya tunggu giliran, pasti ada mekanismenya tulis seorang warganet.
Namun, tidak sedikit pula yang bersimpati pada warga dan meminta relawan untuk lebih fleksibel.
Mereka menyebut bahwa kondisi warga pasca-banjir tentu tidak mudah, terlebih jika tempat tidur mereka rusak dan belum mendapatkan bantuan apa pun.
Baca Juga: Jati Asih Galang Dana Untuk Sumatera Aceh, Wawali Harris Bobihoe : Wajah Indonesia Sesungguhnya
Terlepas dari pro dan kontra, video ini sekali lagi menunjukkan bagaimana situasi darurat sering menyisakan berbagai persoalan di lapangan.
Banyak warga yang benar-benar membutuhkan bantuan, sementara pihak relawan pun harus bekerja sesuai aturan dan tanggung jawab yang sudah ditetapkan.
Hingga berita ini ditulis, publik masih menantikan penjelasan resmi dari pihak terkait untuk memastikan bagaimana sebenarnya mekanisme pembagian bantuan kasur tersebut.
Sembari menunggu klarifikasi, video ini terus beredar dan memicu diskusi panas di media sosial.***



.webp)
