POJOKSATU.id - Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh sebuah video yang menampilkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, sedang menikmati santapan di sebuah rumah makan sambil memegang cerutu.
Momen tersebut sontak viral dan memicu beragam komentar dari netizen.
Terutama karena gestur santai sang menteri dalam video itu dianggap kontras dengan situasi masyarakat yang tengah dilanda bencana.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Video yang beredar luas tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @sumut_headline pada 14/12/2025
Dalam keterangan unggahannya disebutkan bahwa Zulhas tengah berada di salah satu restoran sate di kawasan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Dalam rekaman singkat itu, Zulhas tampak duduk bersama sejumlah koleganya, menikmati hidangan, sembari terlihat jelas memegang cerutu di tangannya.
Baca Juga: Spin-off InfraNexia Resmi Disetujui, TelkomGroup Perkuat Arah Bisnis Infrastruktur Digital
Detail cerutu inilah yang kemudian menjadi sorotan utama warganet.
Banyak netizen menilai, momen tersebut menampilkan kesan kemewahan dan kenyamanan yang kurang pantas jika dikaitkan dengan situasi terkini.
Apalagi, video ini ramai dikaitkan dengan peristiwa sebelumnya ketika Zulhas sempat menjadi perhatian publik usai membawa sekarung beras untuk korban bencana banjir di Sumatera.
Baca Juga: Data Korban Hilang 3 Pekan Bencana Banjir Longsor, Sumut 87 Orang, Sumbar 86 Jiwa, Aceh 28 Orang
Keterkaitan dua peristiwa tersebut membuat emosi netizen memuncak.
Sejumlah komentar menyebutkan rasa kesal dan kecewa karena melihat seorang pejabat negara tampak menikmati makanan dengan santai, bahkan memegang cerutu.
Sementara di sisi lain masih banyak warga terdampak bencana yang mengalami kesulitan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
Kolom komentar pun dipenuhi kritik. Sebagian netizen menilai, sebagai figur publik, Zulhas seharusnya lebih peka terhadap situasi dan simbol-simbol yang dapat memicu persepsi negatif.
Memegang cerutu dalam suasana santai, menurut mereka, dapat menimbulkan kesan kurang empati, terlebih ketika publik masih menyoroti distribusi bantuan bagi korban bencana.
Baca Juga: Utang Sudah Lunas Tapi Masih Masuk Daftar Hitam? Ini Cara Hapus Catatan Buruk di SLIK OJK
Meski demikian, tidak semua netizen berpandangan sama.
Ada pula yang berusaha melihat persoalan ini secara lebih netral.
Beberapa komentar menyebutkan bahwa waktu pengambilan video belum tentu berdekatan dengan momen penyaluran bantuan.
Baca Juga: Spin-off InfraNexia Resmi Disetujui, TelkomGroup Perkuat Arah Bisnis Infrastruktur Digital
Ada juga yang berpendapat bahwa makan di restoran dan memegang cerutu merupakan urusan pribadi, selama tidak melanggar aturan atau hukum yang berlaku.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi langsung dari Zulhas terkait video viral tersebut.
Belum diketahui secara pasti kapan video itu direkam, dalam rangka apa kunjungan tersebut dilakukan, serta konteks lengkap di balik momen yang terekam kamera.
Baca Juga: Spin-off InfraNexia Resmi Disetujui, TelkomGroup Perkuat Arah Bisnis Infrastruktur Digital
Ketiadaan klarifikasi justru membuat spekulasi berkembang semakin luas.
Video tersebut terus dibagikan ulang dengan berbagai narasi, sehingga memperpanjang polemik di ruang publik.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bagaimana satu potongan video singkat, terlebih yang menampilkan simbol-simbol sensitif seperti cerutu dan gaya hidup santai.
Dapat dengan cepat memicu gelombang opini di media sosial.
Saat ini, video Zulhas makan sambil memegang cerutu di Aceh masih menjadi bahan perbincangan hangat netizen.
Publik pun menunggu penjelasan resmi untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa yang terlanjur viral tersebut.***




