POJOKSATU.id - Kebutuhan mendesak pengungsi korban banjir di wilayah Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, bukan lagi sekadar makanan atau logistik.
Tapi juga pakaian dan penampungan sementara serta perlengkapan dasar yang hingga kini masih minim.
Hal tersebut disampaikan Masari Pasaribu kepada tim Gerakan Anak Negeri yang terus memberikan pelayanan kesehatan bagi penyintas bencana.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Masari menyebut, bantuan pakaian bekas memang sudah banyak diterima di posko-posko pengungsian.
Namun bantuan tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan harian, terutama bagi perempuan dan anak-anak.
"Buat kami ibu rumah tangga, yang paling penting itu pakaian dalam," ungkap dia, Minggu 14 Desember 2025.
"Sekarang banyak bantuan pakaian bekas, tapi pakaian dalam hampir tidak ada, apalagi untuk anak-anak. Itu susah dicari," sambung dia.
Selain pakaian dalam, kebutuhan mendesak lainnya adalah popok atau diapers serta handuk.
Menurutnya, perlengkapan tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan para pengungsi, khususnya balita dan anak-anak.
Baca Juga: Gibran Kini jadi Pendiam, Rumahnya Hilang yang Tersisa Tasbih di Tangan
Masari juga mengungkapkan kekhawatiran terkait persediaan logistik di penampungan yang mulai menipis.
Ia menyebutkan, masa tanggap darurat di lokasi pengungsian diperkirakan hanya berlangsung sekitar dua pekan.
"Di penampungan persediaannya sudah mulai menipis. Katanya masa darurat cuma dua minggu. Masyarakat yang kehilangan rumah sekarang mikirnya nanti tinggal di mana," katanya.
Menurut Masari, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait solusi tempat tinggal bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir.
Ia menilai, penampungan sementara menjadi kebutuhan paling mendesak untuk mengurangi kecemasan para korban.
Baca Juga: Belasan Korban Banjir di Sumbar Dilarikan ke RS, Dugaan Keracunan Makanan di Pengungsian
"Yang paling penting itu penampungan sementara. Masyarakat yang di posko-posko ini mau ditaruh di mana, supaya kekhawatiran mereka berkurang," ujarnya.
Masari berharap proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat agar warga segera bangkit dan terbebas dari trauma.
Apalagi wilayah tersebut juga sempat dilanda banjir susulan setelah hujan turun cukup deras.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
"Harapannya pemulihan ini lebih cepat dan lebih baik, supaya masyarakat bisa keluar dari trauma. Sekarang setiap hujan kami langsung ketakutan," pungkasnya.***




