POJOKSATU.ID - Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, melontarkan pernyataan yang memantik perhatian publik terkait isu lingkungan dan deforestasi.
Ia menyebut kebiasaan masyarakat mengonsumsi kopi dan gorengan berpotensi mendorong terjadinya alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan.
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya, Hasan menjelaskan bahwa penebangan hutan tidak selalu bisa dilihat secara hitam-putih.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Menurutnya, kebutuhan konsumsi masyarakat turut berkontribusi terhadap perubahan fungsi kawasan hutan, khususnya untuk komoditas yang banyak dikonsumsi sehari-hari.
“Sering orang bilang ini akibat hutan ditebangi. Bisa jadi iya, tapi jangan dipukul rata. Selama kita masih suka minum kopi, ada hutan yang berubah jadi kebun kopi. Kita makan gorengan, ada hutan yang berubah jadi kebun sawit,” ujar Hasan, dikutip pojoksatu.id dari YouTube Hasan Nasbi (14/12/2025).
Hasan menilai, tingginya permintaan terhadap kopi dan minyak goreng secara tidak langsung mendorong ekspansi lahan perkebunan.
Dalam konteks ini, hutan yang sebelumnya berfungsi sebagai kawasan konservasi atau penyangga lingkungan berpotensi dialihfungsikan menjadi kebun kopi maupun kelapa sawit.
Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan untuk menyalahkan masyarakat, melainkan mengajak publik melihat persoalan deforestasi secara lebih menyeluruh.
Menurutnya, gaya hidup dan pola konsumsi memiliki dampak besar terhadap keberlanjutan lingkungan, meski sering kali tidak disadari.
Baca Juga: Kejar Akhir Tahun, Gubernur Aceh Percepat Penetapan 6.508 PPPK Meski Banjir
Hasan juga mengingatkan bahwa isu kerusakan hutan tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak, seperti pelaku industri atau pemerintah semata.
Ada rantai panjang yang saling berkaitan antara permintaan pasar, kebijakan, hingga kebiasaan konsumsi masyarakat.
Pernyataan tersebut memicu diskusi luas mengenai hubungan antara konsumsi sehari-hari dan kerusakan lingkungan.
Kopi dan minyak sawit merupakan dua komoditas utama yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional.
Namun, di sisi lain, pengembangan perkebunan tanpa tata kelola berkelanjutan kerap dikaitkan dengan deforestasi dan degradasi lingkungan.
Hasan menilai, tantangan ke depan adalah bagaimana menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Sudah Dua Pekan Berlalu, 33 Orang Masih Hilang di Jembatan Kembar, Termasuk Anggota Polri Ipda Angga
Ia mendorong adanya kesadaran bersama, baik dari konsumen, pelaku usaha, maupun pemerintah, untuk menerapkan praktik berkelanjutan dalam produksi dan konsumsi.
Menurutnya, solusi atas persoalan ini tidak cukup hanya dengan kampanye pelestarian hutan, tetapi juga perubahan pola pikir dan perilaku konsumsi.
Masyarakat perlu memahami bahwa setiap pilihan yang diambil, termasuk makanan dan minuman yang dikonsumsi, memiliki konsekuensi terhadap lingkungan.
Pernyataan Hasan Nasbi ini menambah daftar perdebatan publik soal deforestasi dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia, terutama di tengah meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam.***




