POJOKSATU.id - Meski tengah menjalankan aksi kemanusiaan bancana Sumatera, perjalanan tim relawan Gerakan Anak Negeri tidak selalu berjalan mulus.

Di tengah kondisi bencana dan kecepatan pelayanan kesehatan, kendala dan hambatan jadi tantangan tersendiri.

Salah satu kendala adalah mogoknya mobil operasional Gerakan Anak Negeri yang kini tengah memberikan pelayanan kesehatan di pelosok Tapanuli Selatan.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui  teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Diduga, mobil operasional tersebut mogok karena 'minum' bensin oplosan.

Tim menduga, BBM eceran yang dibeli itu sudah dicampur thinner.

Akibatnya mobil yang jadi andalan itu kini mogok tak dak bisa lagi digunakan.

Baca Juga: Bupati Aceh Besar Bongkar Lambannya Pemerintah Pusat, Warga Cuci Beras Pakai Air Sungai

Koordinator Lapangan Tim Gerakan Anak Negeri, Ari Sudarisman menyebut untuk mendapatkan BBM dari SPBU sangat sulit.

Sementara kebutuhan operasional tim sangat mengandalkan BBM.

Karena itu, mau tidak mau mobil operasional akhirnya kerap kali harus membeli BBM eceran.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui  teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Sejak terjun ke lokasi bencana di Tapanuli, tim GAN terpaksa membeli bensin eceran dengan harga yang variatif.

"Mulai dari Rp15 ribu sampai Rp30 ribu per liter," ungkap Ari, Sabtu 13 Desember 2025.

Indikasi kecurangan ini didapat tim GAN saat menanyakan penyebab perbedaan harga di satu pedagang bensin eceran dengan pedagang bensin eceran lain.

Ari juga sudah diminta sejumlah penjual berhati-hati karena banyak pedagang nakal yang mencampur bensin dengan thinner.

"Pas beli bensin di tempat yang harga Rp30 ribu/liter saya nanya, kok di sini mahal gak kaya di tempat sebelumnya," kisahnya.

Baca Juga: Andalkan Bantuan dari Warga dan Donatur Pribadi, Penyintas Bencana di Tapanuli Tengah Bertanya: Kapan Rumah Kami Diperbaiki?

"Terus dia bilang untuk hati-hati karena banyak pedagang nakal yang mencampur bensin dengan thinner," sambung dia.

Namun, karena kesulitan mendapatkan BBM di SPBU dan jarak tempuh yang jauh, tim GAN terpaksa membeli bensin di pedagang bensin eceran terdekat di setiap kali membutuhkan.

Karena tidak mungkin para relawan mengantre BBM di SPBU hingga berhari-hari, dengan antrean kilometer jauhnya.

Baca Juga: Anies Menimbang Banjir Sumatera Layak Bencana Nasional, Pemerintah Bakal Lebih Leluasa Membantu

"Karena masih banyak tempat yang harus kita datangi, masih banyak warga yang memerlukan pelayanan medis. Akhirnya kita terpaksa membeli bensin eceran dengan segala resikonya," tegas Ari.

Alhasil, pada Jumat (12/12/2025) malam, mobil operasional milik tim GAN mogok lantaran pompa bensin tidak berfungsi.

"Pas nanya ke orang bengkelnya, ternyata sesudah bencana melanda, dia sudah mendapat costumer dengan keluhan yang sama," paparnya.

Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Alasan Publik Tak Terima Cara Pejabat Bersikap, Seperti Anggap Remeh Bencana!

"Bahkan sebelum kita datang ke bengkel, dia baru saja menangani costumer dengan keluhan yang sama, yakni pompa bensin yang tidak berfungsi," tambahnya.

Namun, halangan ini tak membuat semangat tim Gerakan Anak Negeri turun semangat.

Tim juga mengagendakan tetap memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah titik-titik bencana lainnya di wilayah Sumatera Utara.***