POJOKSATU.ID - Di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
Publik kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto yang menampilkan rincian bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Foto berupa tabel tersebut mencantumkan daftar kebutuhan yang dibelanjakan menggunakan alokasi bantuan senilai Rp73 miliar.
Baca Juga: Banjir Lahar Semeru Kubur 15 Rumah di Lumajang, Material Pasir Capai 4 Meter
Namun yang menjadi perhatian utama warganet bukan besarnya anggaran tersebut, melainkan rincian harga sejumlah barang yang dianggap janggal.
Salah satu yang paling disorot adalah komponen pembelian beras yang tercantum di dalam tabel.
Akun X bernama Rio Chandrar2 menjadi salah satu yang pertama mengkritisi angka tersebut. Dalam unggahan yang ramai dibagikan, Rio menuliskan perhitungan berdasarkan data pada tabel.
“Lihat ada yang aneh nggak pak? Beras 1.312.450.000 dibagi 21.874 = 60 ribu per kilogram. Artinya beras 15 kilogram harganya bisa 900 ribu,” tulisnya.
Unggahan ini dengan cepat memancing reaksi publik. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana perhitungan harga tersebut bisa tercantum dalam dokumen resmi bantuan.
Beberapa menilai nominal itu terlalu tinggi dibandingkan harga beras premium di pasaran, lainnya menduga adanya kesalahan input data atau ketidaksesuaian dalam penyusunan laporan.
Tabel yang terlihat memuat sejumlah komponen bantuan, termasuk beras, dan kebutuhan logistik lainnya.
Baca Juga: Angka Kematian Tembus 921 Jiwa, Publik Sorot Lambatnya Respons Pemerintah Pusat
Di dalamnya tercantum total alokasi anggaran Rp73 miliar yang digunakan untuk membantu warga terdampak banjir bandang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Pertanian terkait viralnya foto tersebut.
Tidak ada klarifikasi apakah tabel tersebut merupakan dokumen final, data sementara, atau hasil kompilasi internal yang belum diverifikasi.
Baca Juga: BNPB Targetkan Listrik Aceh Pulih Total pada Hari Senin, Semoga Bukan Sekadar Cahaya Harapan
Sementara itu, sejumlah warganet meminta pemerintah turun memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah situasi pemulihan bencana.
Mereka menilai transparansi penting untuk memastikan setiap bantuan benar-benar digunakan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Sumatra menyebabkan kerusakan besar pada rumah warga, fasilitas publik, serta lahan pertanian.
Pemerintah pusat dan daerah tengah berupaya menyalurkan bantuan untuk mendukung pemulihan warga terdampak.
Karena itu, munculnya polemik soal rincian anggaran bantuan membuat publik menaruh perhatian lebih besar terhadap efektivitas penyaluran bantuan tersebut.
Sejumlah pengamat menilai bahwa viralnya tabel tersebut menunjukkan meningkatnya keinginan publik untuk mengetahui detail penggunaan anggaran negara, terutama pada situasi darurat bencana.
Meski begitu, mereka menekankan pentingnya menunggu klarifikasi resmi agar informasi yang beredar tidak menyesatkan.
Sampai saat ini, masyarakat masih menantikan jawaban resmi dari Kementan untuk memastikan apakah angka yang beredar merupakan data valid atau sekadar salah penulisan.***




