POJOKSATU.ID - Sebanyak 15 rumah warga di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Terendam banjir lahar Gunung Semeru setelah hujan deras mengguyur kawasan lereng gunung tersebut.

Material pasir yang terbawa arus dilaporkan masuk hingga ke dalam rumah-rumah warga pada Minggu (7/12/2025). Dilansir dari Detik.com

Baca Juga: UKPPPG Guru Tertentu Tahap 5 Hanya Dibuka 1 Hari! Ini Panduan Lengkap agar Guru Tidak Kehilangan Kesempatan

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa banjir lahar dingin ini membawa material dalam jumlah besar.

Akibatnya, sejumlah rumah tertimbun hingga hanya menyisakan bagian atap atau genting yang terlihat dari permukaan.

“Banjir lahar yang meluap mengakibatkan 15 rumah warga di Dusun Sumber Langsep terdampak,” ujarnya.

Baca Juga: Breaking News! Pendaftaran UKPPPG Guru Tertentu Tahap 5 Hanya Dibuka 1 Hari! Guru Wajib Daftar 8 Desember 2025!

Menurut laporan petugas di lapangan, ketinggian material pasir yang menumpuk di area pemukiman mencapai sekitar 4 meter.

Kondisi ini membuat sebagian besar bangunan nyaris tidak dapat terlihat dari luar. Warga yang terdampak terpaksa mengungsi sementara karena akses ke rumah mereka benar-benar tertutup.

Peristiwa ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang turun di area puncak dan lereng Semeru.

Baca Juga: Angka Kematian Tembus 921 Jiwa, Publik Sorot Lambatnya Respons Pemerintah Pusat

Aliran sungai yang membawa endapan material vulkanik tidak mampu menahan tingginya debit air sehingga meluap dan mengarah ke permukiman.

Fenomena banjir lahar dingin ini dikenal sebagai salah satu ancaman rutin yang terjadi saat musim hujan di sekitar Gunung Semeru.

Tim BPBD bersama relawan dan aparat setempat telah melakukan pendataan sekaligus evakuasi warga terdampak.

Baca Juga: BNPB Targetkan Listrik Aceh Pulih Total pada Hari Senin, Semoga Bukan Sekadar Cahaya Harapan

Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian material dipastikan cukup besar mengingat volume material pasir yang menimbun rumah.

Beberapa warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diambil, namun sebagian besar rumah tidak dapat dimasuki.

Selain itu, akses jalan menuju dusun terdampak sempat terputus karena tertutup material lahar.

Alat berat dikerahkan untuk membuka jalur dan mengalirkan kembali material ke sungai agar tidak terus menumpuk di permukiman.

Baca Juga: Setelah Raja Juli Disorot, Muncul Pertanyaan Lebih Besar, Berapa Banyak Menteri Prabowo yang Tak Sesuai Bidangnya?

Petugas juga mengingatkan warga agar menghindari titik-titik rawan aliran lahar dingin, terutama di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di Semeru.

BPBD Lumajang mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Warga yang tinggal di kawasan rentan diminta mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri kembali ke rumah sebelum kondisi aman.

Baca Juga: Viral! Presiden Prabowo Tegur Keras Bupati Aceh Selatan: Udah Kau Pecat?

Sementara itu, pemerintah daerah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan pengungsian terpenuhi.

Upaya mitigasi jangka panjang juga kembali menjadi pembahasan mengingat kejadian banjir lahar seperti ini berpotensi berulang selama musim hujan.***