POJOKSATU.ID - Kabupaten Bandung Barat porak-poranda pada Kamis (4/12/2025) akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah kecamatan hingga memicu meluapnya Sungai Cibitung.
Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin menjadi episentrum bencana banjir bandang menyeret fasilitas umum, lahan pertanian, dan bahkan obyek wisata hingga tersapu arus deras bercampur lumpur.
Menurut laporan Kepala Desa Mukapayung, banjir terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan intens mengguyur sejak siang. Dilansir dari Instagram @radar_bogor
Baca Juga: Viral! Bupati Aceh Selatan Diduga Pergi Umrah saat Warganya Kebanjiran, Netizen Auto Geram
Empat RW teridentifikasi terdampak RW 12, 15, 18, dan 16.
Tidak hanya rumah warga yang terancam arus bah menyapu bersih lahan pertanian hingga 5 hektare sawah warga yang berada di pinggiran sungai.
Kolam budidaya ikan milik Bumdes, area wisata, dan fasilitas umum juga lumpuh akibat terendam dan tertimbun lumpur.
Baca Juga: 5 Tips Nikmati Nongkrong Bareng Sahabat, Tetap Stylish Tapi Gak Ribet
Salah satu titik terdampak paling parah adalah obyek wisata Lembah Curugan Gunung Putri, yang berada tepat di tepi aliran Sungai Cibitung.
Hujan deras memicu luapan air sehingga area wisata langsung terendam.
Dampak tak berhenti di daratan. Longsor menyertai banjir di beberapa titik, menimbun badan jalan desa, sehingga akses transportasi warga terganggu.
Baca Juga: TPG Dibayar Bulanan Mulai 2026, Apakah Ini Akan Menyelesaikan Masalah atau Justru Menambah Beban?
Di Desa Nanggerang misalnya, longsor besar menutup ruas jalan, membuat kendaraan roda empat tak bisa melintas.
Sementara di Kampung Cigagak, Kecamatan Sindangkerta, longsor juga menyebabkan jalan tertutup sehingga mobil maupun motor harus mencari jalur alternatif.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, banjir bandang bersumber dari luapan Sungai Cibitung yang mendadak naik drastis akibat curah hujan tinggi.
Sehingga air dan lumpur langsung menerjang kawasan pinggir sungai termasuk area wisata dan lahan pertanian.
Meski belum ada laporan tewas atau korban luka berat, kerugian materi dan dampak terhadap kehidupan warga sangat besar.
Ribuan warga di empat RW kini berjuang membersihkan rumah, lahan, dan kolam ikan yang rusak.
Baca Juga: Warga: Program Putih Sari Terasa Langsung, Layak Terus Didukung
Banyak dari mereka menggantungkan hidup pada sawah dan sektor pariwisata kini harapan hidup itu terancam.
Pemerintah desa dan BPBD setempat telah mengimbau warga untuk tetap waspada. Risiko longsor dan banjir susulan masih tinggi di musim hujan ini.
Warga diminta menjauhi daerah tepi sungai dan segera mengungsi apabila kondisi cuaca makin memburuk.
Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan keras: pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), konservasi hutan, tata ruang wilayah dan mitigasi bencana harus jadi prioritas.
Apalagi kawasan seperti Mukapayung yang berada di tepi sungai rentan terhadap perubahan curah hujan ekstrem.
Bagi banyak warga Bandung Barat, 4 Desember 2025 akan dikenang sebagai hari ketika lelaku kehati-hatian dilampaui derasnya alam.***




