POJOKSATU.id – Jagat maya mendadak geger setelah beredar luas kabar bahwa Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS.
Diduga terbang ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah pada Selasa, 2 Desember 2025.
Informasi yang beredar menyebutkan keberangkatan itu dilakukan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.
Baca Juga: Warga: Program Putih Sari Terasa Langsung, Layak Terus Didukung
Sementara itu, wilayah yang dipimpinnya masih berjibaku menghadapi bencana banjir dan longsor.
Isu ini langsung menyulut amarah publik.
Di berbagai platform media sosial, warganet ramai-ramai mempertanyakan sensitivitas seorang pemimpin yang justru.
Meninggalkan daerahnya ketika ribuan warga sedang berjuang melewati masa sulit akibat bencana alam. Gelombang kritik pun terus membesar sejak kabar tersebut mencuat.
Salah satu kritik paling tajam datang dari Ketua Umum PC Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Aceh Selatan, Heriadi.
Ia menilai keputusan Mirwan sebagai langkah yang tidak dapat diterima.
Menurutnya, pemimpin daerah harusnya berada di garis paling depan memastikan keselamatan warga, bukan justru berada ribuan kilometer jauhnya.
Heriadi dengan tegas menyebutkan bahwa kondisi Aceh Selatan membutuhkan kehadiran langsung seorang bupati sebagai pengambil keputusan tertinggi di daerah.
Tanpa kehadiran itu, komunikasi dan koordinasi penanganan banjir dapat terganggu.
Ia menegaskan bahwa masyarakat bukan hanya butuh bantuan logistik, tetapi juga kepastian bahwa pemimpinnya hadir dan bekerja.
Baca Juga: TPG Dibayar Bulanan Mulai 2026, Apakah Ini Akan Menyelesaikan Masalah atau Justru Menambah Beban?
Yang membuat publik semakin geram, sebelumnya Mirwan sendiri sempat mengaku tidak mampu menangani bencana banjir dan longsor yang melanda wilayahnya.
Pengakuan tersebut sudah lebih dulu menuai sorotan.
Namun dugaan kepergiannya ke Tanah Suci di tengah kondisi kritis justru memperkeruh keadaan dan memantik kemarahan lebih besar.
Di lapangan, banjir masih merendam rumah warga, akses jalan terganggu, hingga sejumlah titik longsor yang belum tertangani sempurna.
Aparat gabungan, relawan, dan masyarakat setempat masih berjibaku mengamankan lokasi dan membantu evakuasi.
Banyak warga yang mengeluh bahwa mereka belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah daerah.
Di media sosial, banyak komentar bernada geram.
Beberapa warganet menyebut situasi ini sebagai tamparan bagi masyarakat yang berharap kepemimpinan tangguh dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Warga: Program Putih Sari Terasa Langsung, Layak Terus Didukung
Bahkan tak sedikit yang menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk abai terhadap penderitaan rakyat yang terdampak bencana.
Namun hingga artikel ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pemerintah daerah.
Tidak ada penjelasan apakah Mirwan benar-benar pergi umrah atau ada informasi lain yang belum disampaikan.
Ketidakjelasan ini membuat suasana semakin liar, memunculkan spekulasi, dan memanaskan perdebatan publik.
Baca Juga: TPG Dibayar Bulanan Mulai 2026, Apakah Ini Akan Menyelesaikan Masalah atau Justru Menambah Beban?
Kini warga Aceh Selatan menanti satu hal pernyataan terbuka dari sang bupati.
Apakah benar ia meninggalkan daerah dalam fase genting? Jika ya, apa alasannya? Jika tidak, mengapa tidak segera memberikan klarifikasi?
Yang jelas, publik sudah terlanjur geram dan berharap kehadiran pemimpin mereka, bukan hanya dalam foto atau pernyataan tertulis, tetapi secara nyata di lapangan.***




