POJOKSATU.ID - Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman AlFarlaky, menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya kehadiran Satpol PP pada masa-masa krusial penanganan banjir di wilayahnya.
Ia mengungkapkan bahwa sejak hari pertama hingga hari ketiga bencana, keberadaan aparat Satpol PP nyaris tidak terlihat di posko utama banjir yang berada di Idi, Aceh Timur.
Menurut Iskandar, posko utama membutuhkan dukungan penuh dari semua unsur pemerintah daerah, termasuk Satpol PP, terutama dalam mobilisasi logistik.
Namun, hingga tiga hari pertama bencana, kehadiran mereka tidak tampak. Barulah pada hari keempat dan kelima, Satpol PP terlihat mendatangi posko bantuan.
Hal ini memicu kekecewaan yang disampaikan langsung oleh Bupati.
Iskandar menekankan bahwa salah satu kebutuhan paling mendesak saat banjir adalah kendaraan truk untuk mengangkut bantuan.
Baca Juga: Fasilitas Sekolah Rusak Parah, Rico Waas Janji Bedah Drainase Medan Utara
Mobilisasi logistik menjadi sangat penting karena banyak desa terisolasi dan akses darat terhambat.
Sayangnya, tidak ada inisiatif dari Satpol PP untuk membawa truk bantuan yang seharusnya bisa mempercepat distribusi.
Dalam pernyataannya, Bupati menyebut bahwa ia bahkan siap membawa truk sendiri bila diperlukan.
Ia juga menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan tugas tersebut kepada TNI, Polri, atau relawan apabila tidak ada gerakan dari Satpol PP.
Menurutnya, saat masyarakat sedang berjuang di tengah banjir, setiap instansi harus cepat tanggap dan turun langsung tanpa menunggu perintah berulang.
“Untuk Satpol PP, saya kecewa. Saya tidak bisa terhubung dengan kepala Satpol PP karena sinyal hilang. Saya kecewa sekali, tidak satu pun inisiatif datang bawa truk. Kita butuh truk untuk mengangkut bantuan,” ujar Iskandar menegaskan. Dilansi dari tiktok @infoacehtimur_official
Ia menambahkan bahwa hilangnya sinyal di lokasi bencana tidak seharusnya menjadi penghalang utama.
Menurutnya, instansi yang telah memahami standar operasional kebencanaan semestinya memiliki inisiatif untuk bergerak tanpa menunggu instruksi yang sulit tersampaikan di tengah kondisi darurat.
Kekecewaan ini mencuat di tengah upaya berbagai pihak yang bekerja tanpa henti dalam penanganan banjir Aceh Timur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat.
Iskandar berharap ke depan setiap instansi dapat lebih sigap, terutama ketika masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah secara langsung.
Baca Juga: Viral TNGHS Hancur! 281 Tambang Ilegal Disikat, Mafia Emas Diduga Masih Bebas Gentayangan
Bupati menegaskan bahwa efektivitas penanganan bencana bergantung pada kerja cepat dan kolaborasi.
Ia meminta agar kejadian ini menjadi evaluasi bersama sehingga penanganan bencana di masa depan bisa berjalan lebih terkoordinasi dan tidak lagi terkendala minimnya kehadiran unsur pemerintah.***




