POJOKSATU.ID — Warga di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah kini mulai menerima distribusi bantuan pangan dan logistik.
Setelah akses menuju wilayah ini kembali terbuka menyusul banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa hari terakhir.
Distribusi bantuan ini dilakukan oleh pemerintah provinsi, relawan, dan beberapa lembaga sosial sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok korban terdampak.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah pada 17–22 November 2025 telah merusak infrastruktur dan menyebabkan 1.902 kepala keluarga (KK) tersebar di beberapa kecamatan terdampak termasuk 10 KK di Kecamatan Tukka.
Baca Juga: Tiru Kesuksesan Depok, DPRD Siak Perdalam Strategi Penerapan Smart City
Kondisi memprihatinkan: banyak rumah terendam atau rusak, akses jalan dan jembatan terputus, serta jaringan komunikasi terhambat.
Membuat distribusi bantuan sempat terhenti dan warga sangat membutuhkan makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya.
Untuk membantu korban, pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan intervensi cepat.
Bobby Nasution, Gubernur Sumut memimpin penyaluran bantuan logistik, air bersih, dan jaringan internet ke wilayah terdampak termasuk Tukka.
Baca Juga: Jangan Salah Paham! Bukan RT RW yang Tentukan Penerima Bansos, Data Ini yang Rangkum Penerima!
Karena akses darat sempat terputus akibat longsor dan aliran sungai tersumbat, distribusi bantuan dilakukan lewat jalur udara menggunakan helikopter untuk menjatuhkan bantuan ke wilayah yang terisolir.
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pangan dasar seperti sembako (beras, mie instan, makanan siap saji), air bersih, serta logistik lain seperti paket bantuan untuk dapur umum di posko pengungsian.
Selain itu, beberapa lembaga swadaya masyarakat dan korporasi juga ikut membantu.
Misalnya Artha Graha Peduli (AGP) bersama perusahaan terkait menyalurkan beras dan mi instan ke korban banjir/longsor di Tapanuli Tengah.
Baca Juga: Bantuan 50 Ton untuk Aceh Disorot, Netizen Heboh Pertanyakan Stiker Bergambar Presiden
Pemerintah dan tim tanggap darurat menekankan bahwa distribusi bantuan diarahkan terlebih dahulu kepada warga yang paling parah terdampak.
Seperti mereka yang kehilangan rumah atau pengungsi serta daerah yang aksesnya terputus.
Tantangan besar tetap ada: selain akses yang sempat tertutup, kebutuhan air bersih, makanan siap saji, dan logistik dapur umum menjadi sangat mendesak.
Upaya evakuasi, pembersihan material longsor, dan pemulihan akses jalan serta jembatan juga terus berlangsung agar distribusi bantuan bisa lebih merata.
Distribusi bantuan pangan dan logistik di Tukka membawa harapan bagi warga terdampak.
Baca Juga: Geger! Kemensos Bagikan Bantuan Mencapai 25 Miliar bagi Korban Banjir Sumatera! Itu Kewajiban!
Makanan dan kebutuhan dasar yang kembali tersedia membantu mencegah krisis pangan, menjaga kesehatan, dan memberikan rasa aman bagi mereka yang kehilangan rumah atau tinggal di pengungsian.
Selain itu, bantuan juga memberi ruang bagi warga untuk fokus pada pemulihan, sementara pemerintah dan relawan bekerja membersihkan material longsor dan memulihkan akses serta infrastruktur vital.
Situasi darurat di Tapanuli Tengah dan khususnya Kecamatan Tukka menunjukkan bahwa dalam bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi bantuan pangan/logistik adalah hal vital.
Kombinasi respons lewat jalur udara, dukungan pemerintah, dan partisipasi lembaga sosial menjadi kunci agar bantuan benar-benar sampai ke tangan warga terdampak.
Baca Juga: Bupati Aceh Utara Menangis Angkat Tangan, Resmi Tak Sanggup Atasi Banjir, Pemerintah Pusat Lambat
Dan membantu meringankan beban mereka di masa kritis.***




