POJOKSATU.id - Video yang memperlihatkan seorang guru menegur muridnya karena diduga kerap membolos mendadak viral di media sosial.
Rekaman tersebut ramai diperbincangkan warganet karena memperlihatkan respons sang murid yang dinilai tak pantas dan terkesan menantang ketika gurunya memberikan nasihat.
Peristiwa ini disebut-sebut terjadi di salah satu sekolah yang berada di wilayah Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah, berdasarkan keterangan pengunggah video.
Baca Juga: Pembinaan PPPK 2024 di Jakarta Utara, Kinerja, Penempatan, dan Tantangan Adaptasi Dievaluasi
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sosok guru perempuan mengenakan hijab berwarna kuning.
Ia tampak sedang menegur seorang siswa laki-laki yang diduga menjadi perekam video tersebut.
Situasi berlangsung di area sekolah, namun belum diketahui pasti lokasi tepatnya serta waktu kejadian.
Sang guru terlihat mencoba memberikan nasihat dengan nada tegas namun tetap tenang.
Menanyakan alasan mengapa sang siswa dan beberapa rekannya jarang mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Percakapan dalam video menunjukkan bahwa guru tersebut menanyakan alasan murid-murid tidak mau masuk sekolah.
Baca Juga: Kabar Baik! Gaji PPPK Paruh Waktu KBB Resmi Dibayarkan Mulai Januari 2026
Namun, bukannya memberikan penjelasan, siswa laki-laki itu justru menanggapi dengan jawaban yang dianggap menantang.
Guru sempat menegaskan bahwa murid tersebut “ora tau gelem mlebu sekolah”, yang berarti tidak pernah mau masuk sekolah.
Siswa tersebut langsung membalas, mengatakan bahwa dirinya sudah membayar sehingga tidak seharusnya dipermasalahkan oleh pihak sekolah.
Pertanyaan guru, “Nak bayar kenopo?” yang berarti “Kalau bayar kenapa?”.
Justru dibalas murid dengan kalimat yang membuat banyak warganet geleng kepala.
Baca Juga: Pembinaan PPPK 2024 di Jakarta Utara, Kinerja, Penempatan, dan Tantangan Adaptasi Dievaluasi
Ia berkata, “Apa, kene sing bayar kok. Kene
sing bayar, kono sing ribut,” yang dapat diartikan bahwa dirinya merasa sudah memenuhi kewajiban.
Sehingga tidak pantas dipermasalahkan terkait absensi atau perilakunya di sekolah.
Unggahan yang beredar menyebut bahwa video tersebut direkam sendiri oleh sang murid.
Bahkan rekaman itu kemudian diunggah menjadi status WhatsApp oleh si siswa.
Hal inilah yang diduga membuat rekaman cepat beredar dan menjadi viral, karena banyak orang yang kemudian mengunduh dan menyebarkannya di berbagai platform media sosial.
Baca Juga: Biar Nggak Salah Arah! Begini Cara Anak Muda Memilih Tren yang Benar-Benar Bermanfaat
Dalam narasi yang dibagikan oleh pengunggah, disebutkan bahwa siswa itu nekat menantang gurunya meskipun sedang dinasihati atas perilakunya yang dianggap tidak disiplin.
Aksi merekam guru yang sedang menegur dan kemudian menyebarkannya dinilai tidak etis oleh banyak warganet.
Banyak komentar yang menyayangkan sikap murid tersebut karena dianggap tidak menghormati guru.
Terlebih dalam konteks pendidikan di mana sopan santun merupakan nilai penting.
Meskipun video tersebut ramai menjadi perbincangan, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pihak terkait lainnya.
Belum diketahui bagaimana kelanjutan kasus ini, termasuk apakah sekolah telah memanggil murid yang bersangkutan atau memberikan pembinaan terkait perilakunya.
Baca Juga: Pembinaan PPPK 2024 di Jakarta Utara, Kinerja, Penempatan, dan Tantangan Adaptasi Dievaluasi
Identitas sekolah juga belum dikonfirmasi oleh otoritas lokal, sehingga publik hanya mengetahui informasi berdasarkan.
Keterangan pengunggah video yang menyebut lokasi berada di wilayah Kaloran, Temanggung.
Karena minimnya informasi resmi, peristiwa ini masih dipahami sebatas apa yang terlihat dalam video.
Publik hanya bisa menilai berdasarkan potongan percakapan yang terekam.
Banyak pihak berharap sekolah atau dinas pendidikan setempat segera memberikan penjelasan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau penyebaran informasi yang keliru.
Selain itu, masyarakat juga mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial
Terutama bagi pelajar yang harus memahami konsekuensi dari membagikan konten yang melibatkan pihak sekolah dan guru.
Baca Juga: MK Ketok Palu, Polri Langsung Gas! Irjen Argo Jadi Korban Pertama ‘Efek Cepat’ Putusan Baru
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tindakan atau keputusan yang diambil pihak sekolah terkait murid-murid yang tampak dalam video.
Situasi masih berkembang dan menunggu klarifikasi resmi agar informasi dapat dipahami secara utuh dan akurat.***




