POJOKSATU. ID - Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyalurkan ribuan laptop bagi siswa dan guru di Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pemerataan akses pendidikan digital untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut, sedikitnya 16 ribu laptop akan dibagikan kepada siswa dan tenaga pendidik di 165 unit Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Heboh Kontrak 5 Tahun P3K Paruh Waktu di Tapin, BKN Harusnya Hanya 1 Tahun!
Program ini diharapkan membuka peluang belajar yang lebih luas di tengah era digital yang semakin menuntut literasi teknologi.
Sekolah Rakyat adalah lembaga pendidikan alternatif yang didirikan Kemensos untuk melayani anak-anak dari keluarga miskin, anak jalanan, dan kelompok rentan lain yang sulit mengakses pendidikan formal.
Selama ini, fasilitas belajar mereka masih terbatas. Banyak di antaranya belajar tanpa akses internet, buku digital, maupun perangkat belajar daring.
Karena itu, pembagian laptop ini dianggap langkah strategis untuk membuka kesetaraan kesempatan belajar di era digital.
Baca Juga: Terpantau Naik, Berikut Harga Emas Batangan yang Tercatat, Selisihnya Mencapai Rp135.000
Menurut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, setiap siswa akan menerima satu laptop lengkap dengan sistem operasi, program belajar, dan akses ke platform pembelajaran online yang sudah dikurasi oleh Kemensos.
Dalam pelaksanaan program ini, Kemensos menegaskan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Gus Ipul menjelaskan, proses pengadaan laptop dilakukan dengan melibatkan lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum untuk memastikan tidak ada penyimpangan anggaran.
Baca Juga: Latar Belakang Sosial Jadi Fokus Pemeriksaan Siswa FN Pelaku Bom SMAN 72 Kelapa Gading
Selain itu, penyaluran laptop akan dilakukan bertahap berdasarkan kesiapan infrastruktur dan kebutuhan masing-masing sekolah.
Tahap pertama telah dimulai di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian wilayah Sulawesi.
Kemensos menilai pemberian laptop kepada siswa prasejahtera bukan sekadar pembagian perangkat, melainkan bagian dari transformasi sosial digital.
Baca Juga: Latar Belakang Sosial Jadi Fokus Pemeriksaan Siswa FN Pelaku Bom SMAN 72 Kelapa Gading
Program ini juga diharapkan menumbuhkan motivasi belajar anak-anak serta mengurangi angka putus sekolah akibat keterbatasan sarana belajar.
Para guru di Sekolah Rakyat juga ikut dilibatkan dalam pelatihan penggunaan perangkat digital.
Mereka akan dibekali pelatihan dasar komputer, manajemen kelas daring, hingga pengembangan konten pembelajaran berbasis digital.
Meski menuai apresiasi, program ini juga menghadapi tantangan. Di beberapa daerah, keterbatasan jaringan internet menjadi kendala utama.
Baca Juga: Warisan Gus Dur, Inspirasi Generasi Muda di Era Toleransi yang Terkikis
Selain itu, masih ada kekhawatiran soal pemeliharaan perangkat, terutama di daerah terpencil.
Namun, Kemensos menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan program ini.
Langkah Kemensos menyalurkan laptop kepada siswa Sekolah Rakyat menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal di era teknologi.
Dengan dukungan perangkat belajar yang memadai, diharapkan generasi muda dari keluarga prasejahtera bisa menatap masa depan dengan optimisme baru.***




