POJOKSATU.id – Sebuah video dakwah seorang pendakwah muda asal Kediri, Muhammad Elham Yahya atau akrab disapa Gus Elham, mendadak viral di media sosial.

Dalam video tersebut, ia terlihat mencium seorang anak perempuan di tengah kegiatan pengajian.

Aksi itu menuai reaksi keras dari publik karena dianggap tidak pantas dilakukan di ruang dakwah terbuka.

Baca Juga: Purbaya Temukan Barang Rp100 Ribu di Dokumen, Padahal Harganya Rp40 Juta

Rekaman berdurasi singkat itu memperlihatkan suasana pengajian yang semula khidmat berubah jadi sorotan tajam.

Banyak warganet menilai tindakan tersebut melampaui batas etika, terlebih dilakukan oleh figur publik keagamaan.

Tak butuh waktu lama, nama Gus Elham pun ramai diperbincangkan di berbagai platform digital.

Baca Juga: Ribuan Buruh Karawang Turun ke Jalan, Desak Upah Naik dan Tolak Perppu Magang

 

Gus Elham Akui Khilaf dan Minta Maaf

Menanggapi gelombang kritik, Gus Elham akhirnya buka suara.

Melalui pernyataannya, ia menyampaikan penyesalan dan mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan pribadi.

Baca Juga: Jangan Cuma Bawa KTP! Ini Dokumen Wajib dan Larangan di Ruang Tes Substantif PPG 2025

“Dengan penuh kerendahan hati, saya secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya"

"kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan" .

"Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” ujar Gus Elham dalam keterangannya di Kediri.

Ia menambahkan bahwa anak-anak dalam video itu merupakan peserta rutin pengajian yang berada dalam pengawasan orang tua mereka.

Baca Juga: Janji Pemerataan Layanan Kesehatan, Realitanya Masih Jauh di Pelosok

Namun demikian, ia tetap menegaskan tidak akan mengulangi tindakan serupa di masa mendatang.

“Saya bertekad untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak, menjunjung tinggi akhlakul karimah, serta tidak mengulangi hal serupa di masa mendatang,”

Permintaan maaf tersebut disampaikan terbuka di hadapan jamaahnya dan diunggah di media sosial pribadinya.

Sejak itu, banyak warganet yang mengapresiasi langkah cepat sang pendakwah, meski sebagian lain tetap menilai insiden tersebut tak seharusnya terjadi.

Baca Juga: Layanan Lengkap! Perawatan Anak dan Imunisasi Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan

 

Wamenag: Tindakan Itu Tidak Pantas!!!

Kasus ini juga mendapat perhatian serius dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menilai tindakan dalam video tersebut “tidak pantas”

Menegaskan perlunya pengawasan ketat dalam kegiatan dakwah yang melibatkan anak-anak.

Baca Juga: Layanan Lengkap! Perawatan Anak dan Imunisasi Bisa Ditanggung BPJS Kesehatan

“Saya kira saya sepakat dengan pendapat publik itu dan ini harus dihentikan,” ujar Wamenag.

Ia menjelaskan bahwa Kemenag sebenarnya telah memiliki panduan tentang madrasah dan pesantren ramah anak.

Yang menekankan pemenuhan hak-hak anak didik dan perlindungan dari segala bentuk tindakan yang tidak seharusnya mereka terima.

“Ada surat keputusan dari Dirjen Pendidikan Islam tentang madrasah dan pesantren ramah anak." 

Baca Juga: Mochtar Kusumaatmadja Akhirnya Jadi Pahlawan Nasional! Arsitek Wawasan Nusantara yang Kukuhkan Indonesia sebagai Negara Kepulauan

"Intinya, agar anak-anak madrasah dan pesantren mendapatkan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima,” lanjutnya.

Wamenag juga menegaskan, kasus semacam ini menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan agar kegiatan dakwah tetap mengedepankan nilai edukatif dan etika publik.

“Ke depan pengawasannya harus lebih ditingkatkan agar peristiwa seperti ini bisa dihindari,” tegasnya.

Baca Juga: Janji Pemerataan Layanan Kesehatan, Realitanya Masih Jauh di Pelosok

 

Fenomena ini membuka kembali diskusi publik tentang batas antara spontanitas dan etika dalam dakwah.

Banyak yang berpendapat bahwa kedekatan pendakwah dengan jamaah, terutama anak-anak, harus tetap dibingkai dalam koridor kesopanan dan pendidikan.

Dalam konteks era digital, setiap tindakan kecil bisa direkam, diunggah, dan menjadi viral dalam hitungan detik.

Baca Juga: Modus Edan! Sabu Disembunyikan dalam Pembalut, Petugas Lapas Bongkar Aksi Nekat Dua Perempuan

Para tokoh agama yang aktif di media sosial pun kini dituntut untuk lebih berhati-hati menjaga perilaku di ruang publik.

Bagi Gus Elham, insiden ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana seorang dai muda menghadapi sorotan publik yang semakin tajam.

Sementara bagi masyarakat, kasus ini menjadi pengingat bahwa dakwah bukan hanya soal pesan yang disampaikan, tapi juga tentang sikap dan teladan yang ditunjukkan.***