POJOKSATU.id — Banyak orang tua mungkin belum menyadari bahwa BPJS Kesehatan tidak hanya memberikan perlindungan ketika anak sakit, tetapi juga menanggung berbagai layanan perawatan dan imunisasi dasar yang termasuk dalam program pemerintah.
Sejak bayi lahir, anak sebenarnya sudah bisa memperoleh jaminan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan.
Melalui BPJS Kesehatan, setiap anak berhak mendapatkan layanan pemeriksaan, pengobatan, hingga tindakan medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I) seperti puskesmas, klinik, atau dokter keluarga.
Baca Juga: Banten Jadi Panutan Nasional! Strategi Cerdas Andra Soni Berhasil Tekan Angka TBC, Kemenkes Terpukau
Di tempat inilah anak dapat memperoleh berbagai pelayanan kesehatan dasar, mulai dari pemeriksaan tumbuh kembang, pengobatan penyakit umum seperti demam, flu, batuk, atau diare, hingga rawat inap sesuai kebutuhan medis.
Selain itu, orang tua juga dapat berkonsultasi dengan dokter anak serta mendapatkan vitamin dan obat-obatan dasar tanpa biaya tambahan.
Jika anak membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit, orang tua hanya perlu meminta surat rujukan dari Faskes I agar seluruh biaya tetap ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Dengan sistem rujukan ini, proses perawatan menjadi lebih terarah dan efisien sesuai kondisi medis anak.
Tak hanya layanan pengobatan, BPJS Kesehatan juga menanggung imunisasi dasar lengkap yang merupakan bagian dari program imunisasi nasional Kementerian Kesehatan.
Imunisasi ini diberikan secara gratis di puskesmas atau posyandu untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular.
Jenis imunisasi yang termasuk dalam cakupan BPJS antara lain Hepatitis B, BCG untuk mencegah tuberkulosis, Polio (dengan empat kali dosis), DPT-HB-Hib untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, serta infeksi Hib, dan Campak/MR (Measles-Rubella).
Di beberapa daerah, pemerintah juga mulai menambahkan imunisasi tambahan seperti vaksin PCV (pneumokokus) dan Rotavirus secara bertahap.
Namun, vaksin tambahan seperti influenza, HPV, varisela, atau tifoid belum termasuk dalam tanggungan BPJS, kecuali terdapat program khusus dari pemerintah daerah.
Baca Juga: JANGAN TERJEBAK! Ini 7 Tipe Soal HOTS yang Paling Sering Muncul di Tes Substantif PPG 2025!
Agar anak bisa memperoleh layanan ini, orang tua perlu memastikan bahwa status kepesertaan BPJS anak aktif.
Saat datang ke puskesmas atau faskes, cukup membawa Kartu BPJS, Kartu Keluarga, serta buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
Imunisasi dasar bisa langsung dilakukan tanpa memerlukan rujukan karena masuk dalam layanan pencegahan. Sedangkan untuk perawatan lanjutan, rujukan dari Faskes I tetap diperlukan agar biaya sepenuhnya ditanggung BPJS.
Melalui berbagai layanan tersebut, BPJS Kesehatan berperan penting dalam menjaga kesehatan anak sejak dini, tidak hanya melalui pengobatan tetapi juga pencegahan.
Baca Juga: PBNU Terbitkan Surat, PCNU Tangsel Ngebut Persiapkan Konfercab IV
Program ini menjadi wujud nyata dukungan negara dalam memastikan tumbuh kembang anak tetap optimal dan terjaga kesehatannya sepanjang masa pertumbuhan.***




