POJOKSATU.ID - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Selama dua hari berturut-turut sejak Jumat (8/11/2025) malam, menyebabkan banjir bandang yang merendam ribuan rumah.
Air setinggi dada orang dewasa membuat warga terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi.
Baca Juga: Secondhand Bukan Malu: Cara Cerdas Belanja Baju Bekas Tapi Tetap Keren
Namun, di tengah lumpur dan air mata, semangat warga untuk bertahan tak pernah padam.
Lumpur, Dingin, dan Doa di Tengah Malam
Sabtu dini hari, di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, ratusan warga terlihat bertahan di balai desa yang disulap menjadi tempat pengungsian sementara.
Beberapa anak kecil tidur di tikar basah, sementara para ibu memasak air seadanya menggunakan kompor kecil.
Baca Juga: Benarkah Sertifikat Magang Nasional Diakui Dunia Kerja? Simak Faktanya!
Meski fasilitas terbatas, warga saling berbagi makanan dan selimut.
Suasana pengungsian memang jauh dari nyaman, namun suasana gotong royong membuat semua terasa lebih ringan.
Anak-Anak Tetap Belajar Meski Sekolah Terendam
Tak jauh dari lokasi pengungsian, SDN Kluwut 01 masih terendam lumpur setinggi 30 sentimeter.
Namun, beberapa guru tetap datang untuk memastikan dokumen dan buku pelajaran tidak rusak.
Baca Juga: Durasi Magang Nasional Batch 2, Berapa Bulan dan Apa yang Dilakukan Peserta?
Anak-anak pengungsi terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar singkat di posko.
Mereka duduk beralas kardus sambil menulis dengan pensil yang mulai tumpul.
Banjir Terparah Tahun Ini
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 4.200 warga terdampak banjir di Kabupaten Brebes dan sekitarnya.
Baca Juga: Akun Medsos FN Pelaku Ledakan Bom SMAN 72 Kelapa Gading Bersama Keluarga Ikut Diperiksa
Dua korban dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus saat mencoba menyelamatkan ternak.
Banjir juga merusak lebih dari 600 hektare lahan pertanian siap panen.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan relawan terus melakukan evakuasi dan pengiriman bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, serta obat-obatan.
Gotong Royong Jadi Kekuatan
Meski diterpa bencana, semangat gotong royong warga Brebes justru semakin kuat.
Baca Juga: Tak Punya Pengalaman Kerja? Begini Strategi Lolos Magang Nasional Batch 2 Kemnaker
Setiap hari, warga bergantian membersihkan lumpur di jalan dan rumah yang masih bisa diselamatkan.
Para pemuda membentuk kelompok relawan spontan untuk membantu evakuasi lanjut usia.
Pemerintah daerah menyatakan, bantuan akan terus disalurkan hingga kondisi benar-benar pulih.
Harapan di Tengah Bencana
Saat malam turun, suara hujan masih terdengar di luar posko Namun kali ini, warga sudah lebih siap.
Baca Juga: Belajar dari Banjir Bima, Warga Diminta Siaga Hadapi Musim Hujan
Mereka menyiapkan karung pasir di pintu masuk pengungsian, menyalakan lilin, dan berdoa bersama.
Bagi warga Brebes, banjir bukan hanya bencana, tapi juga ujian keteguhan.
Di tengah dingin, mereka belajar bahwa kekuatan terbesar bukan datang dari pemerintah, melainkan dari tangan-tangan yang saling menggenggam di saat paling sulit.***




