POJOKSATU.ID - Banjir yang melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu malam (8/11/2025) menjadi alarm keras menjelang puncak musim hujan.

Meski air telah surut, peristiwa itu kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan warga dan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana serupa.

BMKG memperkirakan curah hujan tinggi masih akan terjadi hingga akhir Desember, dengan intensitas meningkat di wilayah selatan dan barat Kota Bima.

Baca Juga: Semarak Puncak Honda Bikers Day 2025, Puluhan Ribu Bikers Siap Guncang Garut

Pemerintah dan masyarakat pun diminta tidak lengah.

 

Banjir Sebagai Pengingat Kolektif

Bagi warga Bima, banjir sudah menjadi kejadian berulang setiap musim penghujan. Namun setiap kali air meluap, dampak sosial dan ekonomi tetap terasa besar.

Warung terendam, akses jalan terputus, dan aktivitas pendidikan terganggu.

Baca Juga: Begini Cara Bikin CV yang Menarik untuk Lolos Magang Nasional Batch 2

Hujan deras yang berlangsung selama tiga jam malam itu membuat beberapa saluran air meluap karena tersumbat sedimen dan sampah.

Air pun cepat menggenangi kawasan padat penduduk, Meski petugas DLH dan Damkar segera turun tangan, genangan lumpur tebal masih menyisakan pekerjaan besar bagi warga.

 

BMKG Curah Hujan Akan Meningkat

Kepala Stasiun BMKG Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Dwikorita Wati, mengatakan bahwa wilayah NTB memasuki fase puncak musim hujan pada November hingga Desember 2025.

Baca Juga: Honorer Lebih Pilih Jadi PPPK daripada PNS, Asal 3 Tuntutan Ini Dikabulkan

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah untuk memperbarui sistem peringatan dini dan memastikan kesiapan posko siaga bencana di setiap kelurahan.

 

Langkah Pencegahan dari Pemerintah Kota

Pemerintah Kota Bima merespons cepat dengan menyiapkan langkah mitigasi terencana.

Kepala BPBD Bima, Irwan Syah, menyebutkan pihaknya sudah mulai melakukan patroli drainase dan pembersihan sungai kecil di beberapa titik rawan.

Baca Juga: Cara Lolos Seleksi Magang Nasional Batch 2: Panduan Lengkap untuk Fresh Graduate

Selain itu, pemerintah juga menggencarkan edukasi kebencanaan di sekolah dan komunitas lokal.

Dalam dua minggu ke depan, BPBD akan melatih kader Siaga Bencana Kelurahan yang bertugas membantu evakuasi dan sosialisasi jika terjadi hujan ekstrem.

Wali Kota Bima turut mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

 

Kesadaran Warga Jadi Kunci

Bukan hanya infrastruktur, kesadaran warga menjadi elemen penting dalam mencegah banjir.

Baca Juga: Menanti Keputusan BKN, Massa Calon PPPK Paruh Waktu Baubau Turun ke Jalan

Sampah rumah tangga yang dibuang ke parit masih menjadi masalah klasik di beberapa kelurahan.

Komunitas itu kini rutin mengadakan aksi bersih drainase setiap akhir pekan. Mereka mengajak warga memilah sampah dan tidak membuang limbah ke sungai.

 

Tips Siaga Menghadapi Musim Hujan

BMKG dan BPBD Kota Bima membagikan beberapa panduan praktis agar masyarakat tetap aman menghadapi musim hujan:

Baca Juga: Bukan Sekadar Magang, Ini 5 Manfaat Ikut Program Magang Nasional Batch 2

  • Cek dan bersihkan saluran air di sekitar rumah minimal seminggu sekali.
  • Simpan dokumen penting dan barang berharga di tempat tinggi dan kedap air.

  • Pantau prakiraan cuaca harian BMKG melalui aplikasi resmi.

  • Matikan listrik dan gas jika genangan air mulai naik.

  • Siapkan tas siaga berisi pakaian, obat, makanan kering, dan senter.

Musim hujan selalu datang membawa dua hal air yang memberi kehidupan, dan ancaman jika tak diantisipasi.

Baca Juga: Dinkes Depok Ingatkan Warga Jangan Jauhi Penderita TBC Demi Target Eliminasi 2030

Dari Bima, kita belajar bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, tapi budaya yang harus hidup di tengah masyarakat.

Ketika warga dan pemerintah berjalan seirama, banjir bukan lagi bencana tahunan, melainkan tantangan yang bisa dihadapi bersama.***