POJOKSATU.id, JAKARTA— Putra kedua Presiden AS Donald Trump, Eric Frederick Trump, merasa terkejut dan terhormat namanya disebut Presiden Prabowo Subianto.

Mendengar namanya disebut Prabowo di insiden mic bocor di KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Senin (13/10) lalu, Eric Trump mengaku bangga dan terkejut.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Eric menduga dirinya dicari Prabowo untuk membahas masalah investasi The Trump Organization di Indonesia.

Ia mengatakan dua proyek lapangan golf milik mereka bisa jadi merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

Baca Juga: DPR RI Mulai Bentuk Panja Pengawas, Buntut Kasus Ammar Zoni Diduga Edarkan Narkoba Dalam Lapas

Karena itu ia merasa sangat bangga jika kedua proyek itu diketahui oleh Prabowo.

"Sangat bangga. Ini mungkin lapangan golf terhebat di kawasan ini, jadi saya merasa terhormat bahwa presiden mengetahuinya dan dengan jelas menanyakannya, karena keduanya mungkin merupakan dua proyek real estat paling penting," jelas Eric Trump dikutip dari Instagram CNN International @cnn, Jumat (17/10/2025).

Menurutnya, Prabowo berencana untuk membahas dua proyek klub golf di Bali dan di Lido Bogor Jawa Barat.

Kedua proyek ini dikatakan sudah berlangsung bahkan jauh sebelum Donald Trump menjabat sebagai presiden AS.

Baca Juga: UIN Walisongo Semarang Buka Penjaringan Bakal Calon Rektor Periode 2026–2030, Kesempatan Terbuka untuk Dosen PTKIN di Seluruh Indonesia

Sebab saat ini dirinya juga tengah menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif di raksasa real estat milik keluarga Donald Trump itu.

Menurutnya Prabowo berencana untuk membahas dua proyek klub golf di Bali dan sekitar Jakarta.

Kedua proyek ini dikatakan sudah berlangsung bahkan jauh sebelum Donald Trump menjabat sebagai presiden AS.

"Kami punya dua proyek terbesar di Indonesia. Kami menandatanganinya masing-masing pada tahun 2014 dan 2015,” katanya.

“Ada proyek hebat di Bali. Kami telah mengerjakannya selama satu dekade. Kami punya proyek hebat tepat di luar Jakarta, lapangan golf hebat yang saya operasikan setiap hari," kata Eric Trump lagi.***