POJOKSATU.ID - Primajasa adalah PO bus asal Jawa Barat yang berkantor di Tasikmalaya dan beridiri pada tahun 1991.
Sejak kelahirannya, Primajasa jadi salah satu bus favorit warga Jawa Barat karena memiliki titik penjemputan yang beragam, termasuk di tepi jalan tol, tepatnya berada di bawah jembatan.
Dalam beberapa bulan ini, Primajasa jadi salah satu PO bus yang jadi perbincangan hangat di media sosial.
Baca Juga: Buruan Daftar, Lowongan Kerja Staf Perpustakaan Universitas Pertamina Tutup Besok
Bukan karena pelayanannya, tapi konten-konten iklan di media sosial yang dibumbui humor tak tertebak.
Sejumlah netizen mengapresiasi ide kreatif dari pembuatan konten iklan tersebut, karena dianggap di luar ekspektasi.
Tak sedikit yang merasa terhibur, netizen juga tak menduga video tersebut ternyata sebuah konten iklan.
Baca Juga: Buruan Daftar, Lowongan Kerja Staf Perpustakaan Universitas Pertamina Tutup Besok
Di sisi lain, konten iklan kreatif akan lebih baik jika dibarengi evaluasi kepada supir dan kernetnya agar tak melanggar aturan lalu lintas.
8 tahun lalu ketika Dedi Mulyadi alias KDM masih jadi bupati, masyarakat Purwakarta tak mungkin bisa melupakan tragedi kelam yang menghilangkan 3 nyawa.
Jembatan Sasak Beusi Purwakarta jadi saksi bisu, bus Primajasa melaju ugal-ugalan di medan yang menurun.
Baca Juga: Bendahara Desa di Serang Banten Diduga Gelapkan Dana Desa Rp1 Miliar, Saldo Tersisa Rp47 Ribu
Pada Senin pagi, 13 Maret 2017, ketika semua orang akan kembali memulai aktivitasnya, kendaraan dari arah Bandung dan Jatiluhur menuju kota Purwakarta harus terhambat.
Bus Primajasa jurusan Garut-Bekasi dengan nomor kendaraan B 7095 YL mengalami rem blong di turunan dan melaju zig-zag.
"Saya sudah liat bus itu zig zag pas di turunan Ciganea," ungkap supir angkot di Purwakarta yang terlibat insiden ini.
Baca Juga: Indofood Buka Lowongan Kerja Besar-Besaran hingga Desember 2025, Cek Posisi dan Syaratnya di Sini
Hingga akhirnya menerobos lawan arah dan terjadi adu domba dengan 7 kendaraan, 2 unit mobil dan 5 motor.
Bus baru berhenti sekitar 200 meter dari lokasi adu domba, menyeret kendaraan di depannya dan membuat 2 unit motor terjebak di bagian bawah bus.
9 orang pengendara dilarikan ke rumah sakit, 3 di antaranya kehilangan nyawa di tempat kejadian.
Baca Juga: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Buka Lowongan di Palm Oil Career Expo 2025 Medan, 15- 16 Oktober 2025
Dalam insiden tersebut juga melibatkan angkot, beruntung supir dan penumpang tak mengalami luka sedikit pun, tapi mengalami shock dan trauma yang mungkin terbawa hingga kini ketika melintasi jembatan Sasak Beusi Purwakarta.
Supir bus dan kernetnya ditetapkan jadi tersangka, KDM yang saat itu masih jadi Bupati Purwakarta akhirnya mengeluarkan edaran tegas.
Primajasa dan bus umum lainnya dilarang melintasi wilayah kota Purwakarta.
Baca Juga: Pemerintah Rencanakan Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Begini Penjelasannya
"Di jalanan Kota sudah lumayan penuh dengan kendaraan, kalau bus Via Purwakarta banyak lewat jalanan Kota risiko terjadinya kecelakaan semakin besar," kata KDM usai meninjau langsung ke TKP hari itu juga.
Hingga sekarang, kebijakan yang dikeluarkan oleh Dedi Mulyadi tersebut masih diberlakukan.
Sementara itu, bus Primajasa juga pernah mengalami rem blong di Nagreg, pada 1 Januari 2020.
Baca Juga: Kerjaan Sudah Menumpuk? Ini Trik Menolak Tugas Tambahan dengan Elegan dan Tetap Disukai Bos
Bus berwarna putih yang membawa 45 penumpang itu terjun bebas ke jurang, dilaporkan ada 4 penumpang yang mengalami cedera.
Primajasa lagi-lagi mengalami rem blong, kali ini terjadi di tol Cipularang Kilometer 85 arah Jakarta, pada 10 Juli 2024.
Insiden ini menyebabkan tabrakan beruntun yang melibatkan 9 kendaraan di depannya, dari truk hingga mobil pribadi dan 3 orang cedera.
Baca Juga: Hanya Sampai 31 Oktober, Bank Mandiri Buka Lowongan ODP 2025 dengan Tunjangan Menggiurkan
Berbagai kasus rem blong itu, jadi raport merah untuk Primajasa, karena telah menghilangkan nyawa orang dan membuat KDM mengambil langkah tegas.***




