POJOKSATU.id — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan apresiasi tinggi kepada petugas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menyebut para petugas tersebut sebagai pejuang Tanah Air karena dedikasi dan pengorbanan yang telah mereka tunjukkan, meskipun sempat muncul kasus keracunan massal di beberapa daerah.

“Perlu diketahui, mitra-mitra ini adalah pejuang-pejuang republik,” kata Dadan.

Baca Juga: Jabar Perketat Pengawasan Program MBG Lewat Satgas dan Sistem Aduan

Menurutnya, kerja keras para SPPG patut dihargai karena mereka sudah berkorban secara materi dan tetap berkomitmen mendukung pemerintah menyukseskan program MBG, walaupun menghadapi banyak kesulitan.

Jika terjadi kesalahan dalam penerapan standard operating procedure (SOP), ia menilai hal itu masih bisa diperbaiki.

“Kalau mereka sudah mengeluarkan biaya besar, ya tentu kita hargai. Mereka adalah pejuang republik ini,” ujarnya.

Baca Juga: CEK SEGERA! Daftar 11 Daerah yang Sudah Lakukan Pencairan TPG Triwulan III Tahun 2025 di Awal Oktober!

Dadan menegaskan keputusan akhir terhadap SPPG yang diduga menjadi penyebab ribuan siswa keracunan masih menunggu hasil investigasi.

Ia menyebut sanksi tersebut bisa berupa teguran administratif hingga kemungkinan proses hukum pidana.

“Semua bergantung pada hasil investigasi,” tegasnya.

Dadan, yang juga dikenal sebagai ahli serangga dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menambahkan bahwa BGN sebenarnya memiliki anggaran, tetapi terbentur kendala administrasi sehingga sulit membangun dapur MBG secara langsung.

Baca Juga: WASPADA! TPG Triwulan III Tak akan Cair Jika Info GTK Berubah dari Valid ke Belum Valid, CEK Penyebabnya!

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

“Secara dana, BGN punya anggaran. Tapi untuk membangun satu SPPG saja terkendala administrasi. Justru para mitra ini yang punya semangat membangun gedung SPPG, dan itu patut kita apresiasi,” tuturnya.***