POJOKSATU.ID - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti berbagai fenomena sosial dan ekonomi yang tengah ramai diperbincangkan publik mulai dari tagar Indonesia Gelap, simbol bendera One Piece, hingga istilah “serakahnomics” yang dipopulerkan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR, Jumat (15/8/2025).
Puan menilai, berbagai ekspresi tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang kini tersampaikan melalui “bahasa zamannya” di ruang digital.
“Ungkapan seperti kabur saja dulu, sindiran tajam Indonesia Gelap, lelucon politik Negara Konoha, hingga simbol bendera One Piece menjadi cara rakyat menyuarakan aspirasi,” ujarnya.
Menurut Puan, di balik kata atau simbol tersebut selalu ada pesan, keresahan, dan harapan. Ia menegaskan pentingnya kebijaksanaan dalam merespons kritik publik.
“Kritik tidak boleh menjadi api yang memecah belah bangsa. Sebaliknya, kritik harus menjadi cahaya yang menerangi jalan kita bersama,” tegasnya.
Baca Juga: Diduga Cabuli Murid, Oknum Guru PPPK di Pangkalpinang Ditangkap Polisi
Sentil ‘Serakahnomics’ ala Prabowo
Dalam pidatonya, Puan juga meminjam istilah “serakahnomics” yang kerap digunakan Presiden Prabowo untuk menggambarkan perilaku pengusaha nakal yang mengejar keuntungan besar di atas penderitaan rakyat.
Ia menyebut fenomena ini sebagai anomali di negara kaya sumber daya seperti Indonesia.
“Kita menghadapi kenyataan pahit, sebagian kecil masyarakat justru mengeksploitasi rakyat dan alam lewat praktik bisnis manipulatif: tambang ilegal, judi online, narkoba, hingga penyelundupan,” ungkapnya.
Baca Juga: WTP 18 Kali Berturut-turut, DPD RI Puji Profesionalisme Sekretariat Jenderal
Puan menilai keuntungan yang diraup para “pengusaha hitam” ini sudah melampaui batas rasionalitas ekonomi dan nilai-nilai peradaban.
Seruan Aksi Kolektif
Puan mengajak seluruh elemen bangsa bersatu menghadapi tantangan tersebut dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga budaya.
“Kita perlu transformasi ekonomi dan keadilan sosial yang nyata, penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu, serta kerja kolektif untuk mewujudkan transformasi nasional,” tutupnya.
Baca Juga: Begini Penjelasan Mendagri Terhadap Tuntutan Warga Pati Terhadap Pemakzulan Bupati Sudewo
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Dengan sentilan soal Indonesia Gelap hingga “serakahnomics”, pidato Puan di Sidang Tahunan MPR 2025 menegaskan pentingnya keberpihakan pada rakyat, sekaligus mengingatkan bahwa kritik publik adalah sinyal peringatan, bukan ancaman. ***




