POJOKSATU.id, PATI—Beredar kabar seorang wartawan disebut meninggal dalam demo besar-besaran warga di depan pendopo Bupati Pati, Rabu (13/8).

Kabar ini beredar luas di laman X dengan cuitan Innalillahi. Sudah ada postingan atau unggahan 1.441 terkait ini di laman X.

Namun kabar wartawan Lilik Yuliantoro dari media Tuturpediacom meninggal dunia ini disebut tidak benar. Lilik sempat pingsan dan kini mendapat perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Pati.

Korban mendapatkan pertolongan pertama, di antaranya mengoleskan pasta gigi keseluruhan wajahnya untuk mengurangi efek gas air mata.

Baca Juga: Pemerintah Pusat Siapkan 3 Skema Gaji Bagi Honorer Non Database BKN yang Diangkat Jadi PPPK, Besarannya Setara PNS?

Selanjutnya, Lilik dilarikan ke RSUD Soewondo, Pati untuk mendapatkan perawatan.

Diketahui, tercatat lebih dari tiga sesi gas air mata ditembakkan dari dalam Kantor Bupati Pati ke arah pengunjukrasa.

Tembakan keempat dilepaskan tanpa henti hingga berdampak di semua penjuru Alun-alun Pati, sampai ke rumah-rumah warga.

Bahkan, suara tangisan anak-anak terdengar di mana-mana lantaran tidak tahan dengan panas dan perihnya efek gas air mata di wajah dan mata.

Baca Juga: Aksi Ricuh Demo Pati, Dua Remaja dan Seorang Wartawan Dikabarkan Meninggal Dunia

Ribuan massa pun sempat dipukul mundur dari depan Kantor Bupati Pati pukul 13.00 WIB, kurang lebih lima jam setelah aksi pertama kali dimulai sejak pukul 08.00 WIB, Rabu pagi 13 Agustus 2025.

Bupati Dilempari Massa

Bupati Pati Jawa Tengah, Sudewo, dilempari massa pengunjuk rasa saat aksi demo besar-besaran di depan pendopo Pati, Rabu (13/8/2025).

Massa melempari Bupati Pati Sudewo yang berdiri di atas mobil polisi saat mau menyampaikan orasi tanggapan.

Dia sempat minta maaf dan mengatakan akan berbuat lebih baik lagi.

Terlihat beberapa polisi dengan cepat naik ke atas mobil melindungi bupati dengan tameng. Namun karena banyaknya lemparan, polisi lalu mengamankan bupati dari lokasi.

Kejadian pelemparan Bupati Pati ini terjadi sekitar pukul 12.16 WIB saat demo ribuan massa di depan kantor bupati Pati.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya akan berbuat yang lebih. Terima kasih,” kata Sudewo lalu kembali masuk ke dalam mobil.***