POJOKSATU.ID- Aksi demonstrasi menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati pada Rabu (13/8/2025) kembali memanas dan memakan korban jiwa.

Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang, menyebut pihaknya menerima laporan bahwa ada dua remaja berinisial Zahra dan Syalwa yang meninggal dunia.

“Informasi ini juga tersampaikan secara langsung melalui siaran live masyarakat. Kabar yang saya terima, mereka meninggal di RS Mitra,” ungkap Teguh di sela rapat paripurna dikutip radar pati.

Selain itu, seorang wartawan media Tuturpedia bernama Lilik juga dikabarkan meninggal dunia.

Baca Juga: CARA Verval Ijazah di Info GTK Bagi Guru ASN Maupun Non ASN! Segera Lakukan Sebelum Tanggal 19 Agustus 2025!

Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan verifikasi kebenaran data para korban.

Bentrok antara massa dan aparat juga menyebabkan korban di pihak kepolisian.

Kapolsek Kota, Iptu Heru Purnomo, dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk di bagian kepala, dan tengah dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati.

Dugaan sementara, ia menjadi korban pemukulan oleh sekelompok massa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan belasan anggota polisi lainnya turut mengalami luka dan mendapatkan perawatan medis.

Di tengah suasana tegang, beredar kabar adanya korban jiwa dari pihak warga maupun jurnalis.

Baca Juga: Aksi Tolak Kenaikan Pajak di Pati Terus Memanas, Kapolsek Luka Parah Diserang Pendemo Termasuk Belasan Anggota Terluka

Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan rumah sakit belum memberikan konfirmasi resmi terkait jumlah dan identitas korban meninggal.

Kericuhan dipicu oleh kekecewaan mendalam terhadap Bupati Pati, Sudewo, yang dianggap bersikap arogan dalam polemik kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen

Meski kebijakan itu sudah dibatalkan, kemarahan massa tetap meluas, memicu bentrokan di sekitar gedung DPRD Pati.***