POJOKSATU.ID – Kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan kian ramai disorot publik.

Sebab, penyebab kematian diplomat muda tersebut sampai detik ini masih belum diketahui lebih lanjut.

Namun, pihak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap penyebab kematian korban segera terungkap.

Baca Juga: Pemimpin Direksi BUMD Kabupeten Bekasi Diduga Selingkuh Dengan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi

Hal ini disampaikan langsung oleh Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam di hadapan awak media.

“Kami harap memang sesegera mungkin, kalau bisa minggu ini ya bagus, sehingga terangnya peristiwa, hasil otopsi,” jelasnya.

“Nanti kita juga bisa sandingkan dengan beberapa hal yang mereka (polisi) dapatkan,” lanjutnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal antaranews.com.

Baca Juga: Kompolnas soal Perkembangan Kasus Kematian Arya Daru Pangayunan: Sampai Detik ini Belum Ada Hasil Autopsi

“Semoga hanya tinggal autopsi saja dan segera bisa diumumkan karena ini penting. Terangnya peristiwa, membuat banyak hal bisa maksimal," imbuhnya.

Perlu diketahui, Anam melalui Kompolnas belum lama ini melakukan pengecekan CCTV di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Yang mana, pengecekan itu berlandaskan usai Kompolnas mendapatkan informasi terbaru dari pihak keluarga korban.

Baca Juga: Beasiswa FPU 2025 Resmi Dibuka, Dukung Pendidikan dari SMP hingga S2 Tanpa Biaya, Dapat Laptop Gratis Hingga Uang Saku

“Kami mengecek soal CCTV termasuk mengonfirmasi CCTV itu hidup ataukah mati,” jelasnya dalalm laporan.

“Kalau hidup berapa jam dan diambil oleh kepolisian skemanya berapa waktu dijelaskan cukup baik,” lanjutnya.

Tidak hanya CCTV, Choirul juga melakukan pengecekan seluruh ruang kamar Arya yang kini telah jadi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga: Kritik Dari Pesantren Jawa Barat, 5 Maklumat Babakan Tolak Kebijakan Pendidikan Dedi Mulyadi

Mulai dari kondisi fisik ruangan hingga penyesuaian kunci pintu kamar yang dianggap krusial dalam penyelidikan.

“Kami cek secara fisik dan kami konfirmasi kepada penjaga kos ini, karena beliaulah yang membuka pertama kali,” terangnya.

“Terus kami minta untuk diperagakan posisi kuncinya, jadi ada dua Kunci,” lanjut Komisioner Kompolnas.

Baca Juga: Kompolnas Cek CCTV Kos Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan, Temukan Kejanggalan?

“Terus kunci yang memang ada di dalam yang bentuknya slot yang itu hanya bisa dibuka atau dikunci dari dalam,” imbuhnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov