POJOKSATU.ID – Kasus kematian siswa SMAN 6 Garut, Priya Nailuredha Thoriq (16) belakangan ini kian memanas.

Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai kasus bullying yang berujung membuat korban nekat bunuh diri itu masih belum menemukan titik terang.

Sebab, pengakuan pihak keluarga korban bahwa adanya keterlibatan sejumlah oknum guru SMAN 6 Garut ditepis oleh yang bersangkutan.

Baca Juga: DOWNLOAD MODUL KODING dan AI Fase D Jenjang SMP Kelas 7 - 9, LENGKAP DOWNLOAD Capaian Pembelajaran, Cek Enam Elemen Utama KKA

Salah satunya, guru fisika SMAN 6 Garut yang dituduh terlibat aksi perundungan menyangkal bahwa dirinya ikut bully korban.

Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari kanal Youtube Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Senin (21/7/2025).

Dalam unggahannya, guru fisika yang sempat dituding terlibat dalam aksi perundungan itu tampak membantah terkait keterlibatannya.

Baca Juga: Ketangguhan Tenun Sutera Isam Garut di Tengah Geliat Ekonomi Kreatif Jawa Barat

Menurutnya, dirinya hanya memberikan nasihat kepada Priya saat terkendala dalam mengikuti proses pembelajaran.

Diketahui, hal tersebut disampaikan guru fisika SMAN 6 Garut di hadapan keluarga korban dan Gubernur Jawa Barat dalam forum mediasi.

“Tidak pak (tidak suka merendahkan saat jam pembelajaran),” ucap oknum guru SMAN 6 Garut tersebut.

Baca Juga: Deadline Mepet! Masih Ada Instansi Belum Tuntaskan PPPK Tahap 1 dan 2, Dari Guru Hingga Kesehatan, BKN Ancam Blokir Layanan Kepegawaian

“Saya panggil (korban) ke depan, alhamdulillah kamu (korban) bisa baca, tapi kenapa sudah tiga minggu tulisannya masih belum beres,” lanjutnya.

“Oh ini bu tangan saya suka keringetan, terus suka gatel-gatel, jadi saya sulit untuk menulis,” jawab Priya diperagakan guru fisika.

Bukan main, mendengar pengakuan guru tersebut, ayah korban tampak tidak tahan dan begegas minta izin ke luar dari ruangan mediasi.

Baca Juga: Oknum Guru SMAN 6 Garut Yulia Wulandari Sebut Tak Tahu Priya Nailuredha Thoriq Jadi Korban Bullying

Sebab sebelumnya, orang tua korban sempat memberikan pernyataan terpisah kepada Dedi Mulyadi.

Yang mana, pernyatan tersebut bernarasikan bahwa adanya keterlibatan oknum guru fisika dalam aksi perundungan terhadap korban.

Dalam pernyataan itu, orang tua korban mengaku bahwa anaknya sempat disebut Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) oleh oknum guru fisika tersebut.

“Pernah juga (Priya) dibilang, sama guru 'kamu tuh ABK?'. Karena dia (Priya) salah rumus kalau enggak salah, enggak bisa mengerjakan,” lanjutnya.

Baca Juga: Profil Wakil Bupati Madina Anak Orang Kaya dari Kotanopan, Status Lajang Punya Harta Rp 17,3 Miliar

“Yang bilang (Priya) ABK mah guru fisika. Kalau yang wali kelasnya mah bu Yulia guru bahasa Indonesia,” imbuh ibu kandung korban. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov