POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus siswa SMAN 6 Garut Priya Nailuredha Thoriq (16) tengah ramai jadi sorotan publik.

Seperti diketahui, Priya Nailuredha Thoriq berakhir meninggal dunia usai melakukan aksi bunuh diri.

Dikarenakan, dirinya disebut terlanjur depresi lantaran kerap kali jadi korban bullying teman hingga diduga oknum guru, Yulia Wulandari.

Baca Juga: Profil Wakil Bupati Madina Anak Orang Kaya dari Kotanopan, Status Lajang Punya Harta Rp 17,3 Miliar

Kendati demikian, Yulia Wulandari yang dituduh ikut menyerang korban justru membantah tudingan yang disampaikan kepada dirinya.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari kanal Youtube Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Senin (21/7/2025).

Dalam unggahannya, tampak jelas Gubernur Jawa Barat itu mencecar beragam macam pertanyaan kepada Yulia selaku wali kelas korban.

Baca Juga: Kemendikdasmen Instruksikan 'Pertemuan Pagi Ceria' Serentak di Sekolah untuk Peringati HAN 2025, Berikut Rincian Kegiatan

Salah satunya, Dedi mempertanyakan pengetahuan wali kelas korban terkait adanya aksi perundungan di sekolah.

Alih-alih tahu dan dituding terlibat, Yulia justru menuturkan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya aksi bullying tersebut.

“Tidak, tidak mengetahui informasi tersebut (Priya dapat perundungan dari temannya),” jelasnya.

Baca Juga: Pemprov Bengkulu Akan Panggil Guru Honorer yang Curhat di Gedung DPR RI, Erna Sari Dewi: Jangan Bungkam yang Menyuarakan Ketidakadilan

Oleh karena itu, dirinya tidak pernah mempertanyakan adanya dugaan perundungan terhadap salah satu muridnya.

Sebab, Yulia selaku wali murid korban tidak pernah mendapatkan laporan terkait adanya aksi bullying.

“Tidak pernah (teman-teman korban bercerita bahwa Priya jadi target bullying di kelas),” terangnya.

Baca Juga: Mendorong Asa Pengrajin Bambu: Studio Dapur Merajut Inovasi dan Pemberdayaan di Jantung Jawa Barat

“Karena tidak ada laporan ke saya, saya juga tidak merasa ada perundungan, saya juga tidak pernah beratnya kepada mereka (teman korban),” imbuhnya.

Usut punya usut, pernyataan yang disampaikan Yulia justru bertolak belakang dengan pengakuan ibu kandung korban, Fuji Lestari.

Seperti diketahui, Fuji mengungkapkan bahwa putranya kerap kali diremehkan oleh wali kelasnya sendiri di depan murid lain.

Baca Juga: Pemprov Bengkulu Akan Panggil Guru Honorer yang Curhat di Gedung DPR RI, Erna Sari Dewi: Jangan Bungkam yang Menyuarakan Ketidakadilan

“Dia (Priya) dikucilkan di kelas, kalau asumsi saya, seperti guru juga mendukung. Jadi si anak saya itu sering dipermalukan di depan kelas oleh guru itu,” jelasnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov