POJOKSATU.id, USTAZ Khalid Basalamah menyampaikan klarifikasi atas kehebohan kabar dirinya dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag).

Ustaz Khalid Basalamah mengakui dirinya datang dalam undangan KPK dan memberikan keterangan yang dibutuhkan. Namun, tegas dia membantah berkaitan dengan kasus dugaan korupsi itu.

"Pada saat teman-teman KPK meminta saya datang, saya datang sebagai bentuk ketaatan kepada pemerintah, itu adalah kewajiban untuk saya datang," ujar Ustaz Khalid Basalamah dilansir dari video di akun Instagram-nya, Jumat, 27 Juni 2025,

Baca Juga: Belum Satupun Pemerintah Kabupaten Kota di Sumut Umumkan Hasil PPPK 2024 Tahap 2, Begitu Juga Pemprov

Ustaz Khalid menekankan statusnya bukan tersangka, melainkan hanya memenuhi undangan KPK.

"Perlu digaris bawahi, saya datang bukan sebagai tersangka, kalau tersangka bukan begitu modelnya, antum sudah bajunya kalau tersangka. Saya enggak ada foto di situ, saya enggak ada statemen di situ," jelasnya.

"Saya diundang untuk datang, saya warga Indonesia yang patuh, apalagi konsep kita patuh terhadap pemerintah, kita datang, apa yang mereka butuhkan informasi, saya sampaikan sebatas itu," sambungnya.

Dia mengungkapkan bahwa tidak ada hubungannya dengan Kementerian Agama, sehingga tidak berkaitan dengan masalah dugaan korupsi kuota haji.

Baca Juga: Jelang Akhir Juni 2025, TPG TW2 Belum Ada Tanda-Tanda: Ribuan Guru Resah, Tanyakan Komitmen Pemerintah

"Tidak ada hubungannya saya dengan korupsi, jauh sekali. Saya bukan menteri agama, saya bukan eks menteri agama, saya bukan staf di Kementerian Agama, saya tidak ada hubungannya. Saya salah satu praktisi di lapangan yang kebetulan Allah amanahkan travel juga melaksanakan ibadah haji," tuturnya.

Bahkan, selama diminta keterangan, Ustaz Khalid telah bertanya langsung ke penyidik KPK soal statusnya.

"Saya tanya penyidiknya, saya tersangka? 'Oh bukan ustaz, bukan, ustaz hanya datang untuk tanya-tanya, mungkin ada yang butuh disampaikan, persaksian, masalah haji dan kuotanya'," sebutnya.

Oleh karena itu, dia menilai seharusnya kabar yang benar adalah dirinya dan beberapa orang lain yang diundang KPK untuk membantu para penyidik.

Baca Juga: Imbas Kepadatan Lalu Lintas, Jalan Layang MBZ Dilakukan Buka Tutup Bersifat Situasional

"Makanya statement yang benar memang kami membantu para penyidik itu," tegasnya.

Ustaz menjelaskan, ada beberapa pihak lain yang diundang bersamaan dengannya oleh KPK.

"Bukan hanya saya, banyak orang yang diundang cuma mungkin Allahualam, kenapa nama Khalid Basalamah ini kalau sudah naik di media luar biasa," tandasnya.

"Seperti gula dan madu, terjual sekali, sudah ada yang buat karikatur saya diborgol, ya ini kebodohan, sebenarnya tidak seperti itu," tukasnya.

Ustaz Khalid menyakini KPK dibuat dengan tujuan yang baik untuk negara. Makanya, sebagai warga dirinya memberikan dukungan.

Baca Juga: Viral Aiptu Rudi Hartono Pungli terhadap Pelanggar Lalu Lintas, Kapolrestabes Medan Minta Maaf, Tegaskan Anggotanya Itu Jalani Patsus di Ruang Tahanan

"Saya alhamdulillah waktu diundang tidak menolak, karena apa yang mesti dikhawatirkan? Tidak ada kesalahan, saya tidak berbuat apa-apa, kecuali saya terlibat di pemerintahan atau pernah tanda tangan palsu, Allahualam," jelasnya.

"Tapi alhamdulillah tidak pernah (terlibat), saya di kantor sendiri, di usaha sendiri, ya semua bergerak alhamdulillah dengan rezeki yang halal.," pungkas Ustaz Khalid Basalamah. ***