POJOKSATU.id, JAKARTA--Pemerintahan Prabowo-Gibran melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran kesehatan maksimal Rp228 triliun dan pendidikan Rp761 triliun di APBN 2026.
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat membacakan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2026 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5) menyebutkan, tahun 2026 nanti, anggaran pendidikan dialokasikan antara Rp727 triliun hingga Rp761 triliun.
Sementara anggaran kesehatan untuk tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp181 triliun hingga Rp228 triliun.
Sektor kesehatan, anggaran akan digunakan untuk menunjang perbaikan produktivitas dengan peningkatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Di sisi lain, anggaran kesehatan juga diarahkan untuk efektivitas program pemeriksaan kesehatan gratis, penurunan stunting dan kasus penyakit menular, penguatan fasilitas kesehatan, serta penambahan bantuan gizi bagi balita dan ibu hamil.
Sementara alokasi anggaran untuk pendidikan Rp761 triliun lantaran pemerintah ingin menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing melalui program sekolah unggulan, sekolah rakyat, perbaikan sarana dan prasarana.
Kemudian, peningkatan angka partisipasi kasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan perguruan tinggi, penguatan kualitas tenaga pengajar, serta penguatan vokasional.
“Berbagai program unggulan tersebut ditujukan untuk meningkatkan akses, kualitas, dan menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha,” kata Sri Mulyani.***


