POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus kakak-adik yang buang mayat bayi di Medan, Sumatera Utara kian memanas.
Seperti diketahui, kakak-adik berinisial R (24) dan NH (21) ini telah ditangkap dan diamankan pihak kepolisian.
Tidak lain, ditangkapnya kedua bersaudara kandung ini lantaran telah buang mayat bayi hasil hubungan inses lewat ojek online (ojol).
Usut punya usut, korban yang masih bayi itu ternyata sempat dirujuk ke RS Pirngadi Medan lantaran kekurangan gizi.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik @PakRete pada Minggu (10/5/2025).
Dalam unggahannya, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan turut mengonfirmasi kasus tersebut.
Yang mana, Gidion menjelaskan bahwa bayi yang berasal dari hubungan terlarang itu sempat dirujuk ke RS Pirngadi.
Diketahui, rujukan tersebut disampaikan langsung oleh tenaga medis RS Delima Simpang Martubung.
Namun, para pelaku enggan mengindahkan rujukan tersebut dan memilih untuk tidak merawat sang bayi lebih lanjut.
Baca Juga: Bupati Aep Minta Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Asli Karawang
“NH melahirkan sendiri dan membersihkan dirinya sendiri. Bayi tersebut lahir prematur. NH tak mau membawa bayinya ke RSUD Dr Pirngadi,” jelasnya.
“Karena tak memiliki data-data keluarga. Lalu, dia bawa kembali bayinya ke rumahnya,” lanjut Gidion.
Lebih lanjut, Gidion menuturkan bahwa insiden ini mencuat usai adanya laporan dari driver ojol berinisial MYA (35) pada Jumat (8/5/2025).
Baca Juga: Perkembangan Meme Prabowo Jokowi, Bara JP Desak Diproses, Ortu Mahasiswi ITB Minta Maaf
Di mana, sang driver ojol melaporkan ke pihak kepolisian atas temuan mayat bayi yang berada di dalam paket orderannya.
Berdasarkan informasi dihimpun, temuan mayat bayi ini sebelumnya tidak diketahui oleh driver ojol tersebut.
Sebab, dirinya hanya menjalankan tugas sesuai orderan pelaku untuk mengantarkan paket berupa tas hitam ke kawasan Medan Timur.
Baca Juga: Emosi Lihat Anak Nangis Terus Menerus, Pengamen Jalanan Aniaya Bayi Usia 2 Bulan Hingga Babak Belur
Diketahui, orderan paket berupa tas hitam itu diterima MYA di sebuah hotel tempat pelaku melakukan pemesanan.
Usai menerima paket tersebut, sang driver ojol bergegeas mengantarkan orderan pelaku yang ditujukan kepada P, selaku penerima.
“Mereka serahkan mayat bayi ke tukang Gojek untuk diantarkan ke lokasi kejadian. Mayat bayi dibungkus dalam tas dan ditutupi kain,” jelas Gidion.
“Bayi itu dikirim lewat Gosend yang ditujukan ke penerima bernama Putri dan pengirim bernama Rudi,” lanjutnya.
Namun setibanya di lokasi, MYA kewalahan lantaran penerima yang ditujukan pelaku tidak berada di tempat.
Mengetahui hal ini, sang driver ojol sontak menanyakan kepada warga sekitar terkait keberadaan sosok penerima tersebut.
Alih-alih demikian, para warga setempat justru tidak mengenal nama yang disebutkan oleh driver ojol tersebut.
Alhasil, MYA dan warga setempat dengan inisiatif membuka paket berupa tas hitam tersebut lantaran terlanjur penasaran.
Saat dibuka, sang dirver ojol dan warga sontak terkejut melihat isi paket tas hitam yang berisikan mayat bayi. ***



