POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Rizkil Watoni, salah satu Apratur Sipil Negara (ASN) di Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Seperti diketahui, belum lama ini nama Rizkil Watoni tengah ramai diperbincangkan publik lantaran telah meninggal dunia.
Yang mana, dirinya dikabarkan tewas usai melakukan aksi nekat dengan cara bunuh diri di kediamannya.
Baca Juga: Tolak Revisi UU TNI, Hari Ini Sejumlah Mahasiswa Demo di Gedung DPR, Polisi Perketat Keamanan
Berdasarkan informasi dihimpun, Rizkil Watoni yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri ini diduga depresi lantaran diperas oknum polisi.
Sebagaimana yang dilansir Pojoksatu.id dari portal media radarlombok.co.id pada Kamis (20/3/2025).
Dalam artikelnya, Rizkil dikonfirmasi telah meninggal dunia usai melakukan aksi bunuh diri di dalam rumahnya.
“Rizkil Watoni (25) memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di Dusun Batu Jompang, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan,” jelas dikutip.
Diketahui, insiden ini bermula ketika Rizkil sedang berbelanja di sebuah minimarket Alfamart pada Jumat (7/3/2025).
Yang mana, ASN asal Lombok Utara itu tanpa tidak sadar mengambil sebuah ponsel milik salah satu karyawan minimarket.
Berdasarkan informasi beredar, hal ini terjadi saat Rizkil tengah membayar semua barang belanjaannya di kasir.
Bukan tanpa sebab, Rizkil mengambil ponsel tersebut lantaran dirinya mengira bahwa itu merupakan miliknya.
Sebab, dari jenis hingga warna ponsel yang diambil dari minimarket itu sangat identik dengan milik Rizkil.
Hal ini diungkapkan langsung oleh ayah korban yang bernama Nasrudin terkait kronologi insiden tersebut terjadi.
“Saat itu korban baru pulang kerja dan mampir di Alfamart. Dia ini punya dua Hp (Handphone),” jelasnya.
“Dan saat berbelanja dengan spontan mengambil HP di meja kasir karena HP itu mirip dengan HP miliknya,” lanjutnya.
Baca Juga: 1001 Bingkisan Lebaran 2025 Dibagikan Korpri DPD RI untuk Anggota di Pusat dan Daerah
Tidak heran, pihak karyawan yang mengetahui hal ini sontak melaporkan Rizkil ke aparat kepolisian.
Dikarenakan, tampak jelas ASN asal Kayangan itu terbukti mengambil ponsel milik karyawan melalui rekaman CCTV minimarket.
Tidak hanya itu, pihak karyawan minimarket yang merasa dirugikan akibat perbuatan Rizkil juga mengunggah rekaman CCTV tersebut ke media sosial.
Baca Juga: BIKIN IRI! Gaji Aman Hingga Jadi ASN Kabar Baik untuk Non ASN Peserta PPPK!
Alhasil, rekaman yang memperlihatkan Rizkil tengah mencuri ponsel milik karyawan tersebut sontak ramai disorot publik.
Usut punya usut, Rizkil yang mendapat kabar bahwa dirinya dituding telah melakukan pencurian ini sontak terkejut.
Di mana, ASN asal Lombok Utara itu ternyata baru sadar bahwa ponsel yang sebelumnya diambil di minimarket bukanlah miliknya.
Mengetahui hal ini, Rizkil sontak bergegas ke gerai Alfamart tersebut dengan niat mengembalikan ponsel milik pegawai kasir.
Namun, dirinya yang hendak mengembalikan ponsel tersebut justru dihadapkan dengan para petugas kepolisian.
Diketahui, pihak kepolisian itu datang tidak lama setelah mendapat laporan dari pegawai kasir minimarket tersebut.
Alhasil, Rizkil yang hendak mengembalikan ponsel itu berakhir diangkut para penegak hukum ke Polsek Kayangan.
Tidak hanya itu, korban bunuh diri ini juga ditahan di dalam sel selama semalaman usai digeret oleh aparat kepolisian.
“Anak saya diborgol dari Alfamart dan dibawa ke Polsek Kayangan. Setelah itu anak saya dimasukkan ke sel selama satu hari satu malam,” pungkasnya.
Baca Juga: Ketua DPD RI Kecam Serangan ke Gaza, Desak Pemerintah Protes ke PBB Tuntut Sanksi Israel
Keesokan harinya pada Sabtu (8/3/2025), korban dipulangkan dari Polsek Kayangan oleh para aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi dihimpun, pihak kasir minimarket itu juga mencabut laporannya atas perkara pencurian pada hari yang sama.
Sebab, kasus Rizkil yang saat itu dituduh dalam perkara pencurian ini berakhir damai dengan pihak pegawai minimarket.
Tidak hanya sekedar damai, ASN asal Lombok Utara ini juga memberikan uang sebesar Rp2 juta kepada pemilik ponsel tersebut.
Usut punya usut, kasus yang sebelumnya menuduh Rizkil sebagai pencuri ponsel ini ternyata tidak berakhir begitu saja.
Sebab, dirinya berulang kali mendapat intimidasi dan pemerasan dari oknum polisi yang bertugas di Polsek Kayangan.
Baca Juga: Eye Level Hadir di Tanjung Pinang, Membantu Anak Memberikan Pengalaman Belajar Semi Privat
Dalam praktiknya, oknum polisi itu disebut menyuruh paksa agar Rizkil mengakui perbuataannya telah melakukan tindak kriminal.
Terlebih, para aparat yang diduga terlibat dalam hal ini juga melakukan pemerasan terhadap Rizkil hingga puluhan juta rupiah.
Padahal, kasus tersebut telah berakhir damai antara Rizkil maupun pegawai kasir minimarket yang ponselnya sempat diambil.
Diketahui, momen intimidasi ini terus berlanjut hingga ASN asal Lombok Utara itu memilih untuk mengakhiri hidupnya pada Senin (17/3/2025).
Bukan main, warga yang mengetahui kematian Rizkil ini justru tersulut emosi hingga melakukan penyerangan ke Polsek Kayangan.
Berdasarkan informasi dihimpun, warga setempat yang tidak terima Rizkil bunuh diri lantaran depresi ini nekat membakar fasilitas milik negara itu.
Baca Juga: Honda Premium Matic Day 2025 Hadir di Bandung, Tawarkan Skutik Premium dan Promo Menarik
Hal ini turut ditanggapi langsung oleh Kapolres Lombok Utara, Agus Purwanta terkait kasus amukan tersebut.
Agus menuturkan bahwa para warga setempat melakukan penyerangan di ruang lingkup Polsek Kayangan.
Yang mana, mereka melakukan pembakaran terhadap beberapa aset operasional milik kantor polisi tersebut.
“Saat itu ada 2 kendaraan dinas dibakar, 1 komputer, 1 laptop, pagar Polsek, kemudian ada kaca jendela pecah dan sebagainya,” jelasnya.
Hingga kini, kasus kematian Rizkil tengah ditindaklanjuti oleh para pengak hukum usai menadapat desakan dari beberapa elemen masyarakat hingga pemerintah. ***


.webp)
