POJOKSATU.ID – Kasus yang menyeret nama Pandu Brata Syahputra Siregar (18) ini kian ramai disorot publik.

Seperti diketahui, Pandu Brata Syahputra Siregar sebelumnya dikabarkan telah menjadi korban penganiayaan.

Yang mana, siswa SMA ini diduga dianiaya oknum polisi di kawasan Kisaran, Asahan, Sumatera Utara.

Baca Juga: Kasus Korupsi Pertamina: 9 Jam Diperiksa, Kejagung Beri 14 Pertanyaan. Ahok Sebut Kejaksaan Punya Data Lebih Banyak

Usut punya usut, Pandu Brata Syahputra Siregar yang berakhir tewas ini ternyata punya cita-cita jadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @cerita_asahan pada Jumat (14/3/2025).

Dalam unggahannya, salah satu keluarga korban turut menanggapi kasus dugaan penganiaayan tersebut.

Baca Juga: BESARAN THR 2025 dan Gaji 13 Berdasarkan PMK 23 Tahun 2925, Terkecil Lulusan SD 4,2 Juta Tertinggi 31 Juta, THR dan Gaji ke-13 Guru WOW

Di mana, keluarga korban yang enggan namanya disebut ini mengonfirmasi bahwa Pandu memiliki cita-cita menjadi TNI.

“Dia ini mau masuk TNI. Dia juga bukan anak yang nakal, saya tau dia juga pelari, dia berprestasi,” tuturnya.

Diketahui, hal ini disampaikan pihak kerabat usai korban dinyatakan positf narkoba oleh aparat kepolisian Polsek Simpang Empat.

Baca Juga: Buntut Kasus Pandu Brata Syahputra Siregar yang Diduga Dianiaya Oknum Polisi: Pihak Keluarga Tak Laporkan Gegara soal Biaya

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kasi Humas Polres Asahan, IPTU Anwar Sanusi terkait kasus tersebut.

Anwar menuturkan bahwa Pandu dikonfirmasi positif narkoba usai dites urine saat berada di Polsek Simpang Empat.

“Saat diamankan, Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat curiga gerak-gerik yang bersangkutan, dan melakukan tes urine, dan ternyata positif,” ucapnya.

Baca Juga: Validasi TPG Tahap 2 Sudah Terupdate di Info GTK, SEGERA CEK Status Apakah Sudah Valid atau Masih Merah?

Kendati demikian, pernyataan ini justru dibantah langsung oleh salah satu keluarga korban yang enggan disebut namanya.

Yang mana, pihak keluarga Pandu menuturkan dengan jelas bahwa korban sama sekali tidak terlibat dalam barang haram tersebut.

“Fitnah, itu tidak benar. Karena saya setiap hari dengan korban. Saya tau persis kehidupan dia (korban). Jangankan sabu, rokokpun tidak,” ucapnya. ***