POJOKSATU.ID - Kepala Daerah dari PDIP akan mengikuti kegiatan retret di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.
Hal itu diungkapkan Bupati Tapanuli Tengah, yang juga Politikus PDIP, Mansinton Pasaribu.
Arahan terbaru dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mendorong kadernya untuk menunda keberangkatan ke retret tersebut.
Baca Juga: Sales Cantik Feni Ere Terlihat Terakhir Kali Bersama Pacarnya Sebelum Hilang, Polisi Belum Menemukan
Masinton menyampaikan bahwa puluhan kepala daerah dari PDIP telah menggelar pertemuan awal di sebuah kafe di Kota Magelang, Sabtu (22/2/2025) lalu.
Salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Gubernur Jakarta, Pramono Anung.
Dalam kesempatan itu, Masinton menyampaikan informasi penting mengenai kesiapan para kepala daerah untuk mengikuti retret.
Baca Juga: JADWAL Perkuliahan PPG Daljab Kemenag 2025 Mulai dari Batch 1 sampai 5, Benarkah Cuma 45 Hari?
"Tadi kami sudah disampaikan oleh informasi dari Mas Pram, prinsipnya bahwa kami harus siap mengikuti retret ini gitu ya. Jadi prinsipnya kami siap mengikuti retret dan waktunya kapan insyaallah dalam satu dua hari ini bisa bergabung," ujar Masinton Pasaribu, Senin (24/2/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Masinton mengungkapkan bahwa baik pemerintah maupun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengeluarkan instruksi agar kader partai menunda keberangkatan menuju retret di Akmil.
Arahan ini bukan berarti mereka tidak akan mengikuti kegiatan tersebut, melainkan hanya menunda keberangkatan hingga waktu yang lebih tepat.
Baca Juga: Cara Memanfaatkan Promosi Liburan Huawei di Indonesia
"Tentu itu sudah dikomunikasikan, baik dengan ibu ketua umum (Megawati Soekarnoputri) dengan pemerintah seperti itu," ujar Masinton.
"Prinsipnya kan memang bersedia , cuman menunda saja. Instruksi itu kan bukan dilarang mengikuti retret tapi kita menunda begitu ya. Menunda itu kan bukan berarti tidak, mungkin sampai ada informasi lanjut kan begitu,” tambahnya.
Koordinasi dan Alasan Penundaan
Meski sebagian besar kepala daerah telah berkumpul di Magelang, Masinton mengungkapkan bahwa masih ada rekan-rekan dari PDIP yang belum tiba.
Baca Juga: Indonesian Proxy Providers: A Comprehensive Review
Beberapa dari mereka masih berada di kota-kota sekitar, seperti Jogja dan Semarang. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa keberangkatan ke retret belum dapat dilakukan secara serempak:
"Beberapa masih di beberapa kota sekitaran sini ya. Belum semua bergabung di Magelang, ada yang masih di Jogja, ada yang masih di Semarang," jelas Masinton.
Dari lokasi yang sama, Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta sekaligus politikus PDIP, juga memberikan keterangan mengenai situasi di Magelang.
Baca Juga: Kondisi Terkini Paus Fransiskus yang Diisukan Meninggal, Prof Alfieri Gelar Konferensi Pers di RS
Dalam pertemuan di sebuah kafe, Hasto menyebut bahwa sebanyak 55 kepala daerah dari PDIP sempat berkumpul, termasuk Pramono Anung dan Gubernur Bali, Wayan Koster.
Meski demikian, kedua tokoh tersebut sudah tidak terlihat di lokasi karena sedang menjalani agenda lain.
Hasto yang diwawancarai dari dalam mobil tampak sudah mengenakan seragam retret, dan barang-barangnya pun sudah siap di Akmil.
Ia menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Pramono Anung akan berdiskusi dengan DPP PDIP serta pemerintah mengenai partisipasi mereka di retret Akmil dan terkait instruksi penundaan keberangkatan.
"Waktunya memang kita belum bisa sampaikan. Akan tetapi secepatnya akan ditentukan. Bisa
saja hari ini atau besok atau lusa, tapi makanya ini teman-teman semua standby di sini,” ungkap Hasto Wardoyo.
Baca Juga: 1 Peserta TMS Dalam Usul NIP PPPK Teknis Terproses di BKN! Siapakah Peserta Tersebut?
"Tadi kan sudah dijelaskan oleh Mas Pram bahwa kita semua ini siap untuk mengikuti retret dan waktunya kapan masuknya akan ditentukan," tambahnya.
Berikut daftar Kepala Daerah PDIP yang menunda berangkat retret ke Akmil Magelang:
1. DKI Jakarta: Pramono Anung - Rano Karno (Gubernur dan Wakil Gubernur)
2. Jambi: Al Haris - Abdullah Sani (Gubernur dan Wakil Gubernur)
3. Bali: I Wayan Koster - I Nyoman Giri Prasta (Gubernur dan Wakil Gubernur)
4. apua Tengah: Meki Nawipa - Deinas Geley (Gubernur dan Wakil Gubernur)
5. Kabupaten Bandung: Dadang Suprianta - Ali Syakieb (Bupati dan Wakil Bupati)
Baca Juga: Pengajuan NIP PPPK Guru Terdapat 126 Usulan Berstatus BTS atau Berkas Tidak Sesuai!
6. Sukabumi: Ayep Zaki - Bobby Maulana (Wali Kota dan Wakil Wali Kota)
7. Depok: Supian Suri - Chandra Rahmansyah (Wali Kota dan Wakil Wali Kota)
8. Karawang: Aep Syaepuloh - Maslani (Bupati dan Wakil Bupati)
9. Pangandaran: Citra Pitriyami - Ino Darsono (Bupati dan Wakil Bupati)
10. Purworejo: Yuli Hastuti - Dion Agasi Setiabudi (Bupati dan Wakil Bupati)
11. Wonosobo: Afif Nurhidayat - Amir Husein (Bupati dan Wakil Bupati)
12. Sukoharjo: Etik Suryani - Eko Sapto Purnomo (Bupati dan Wakil Bupati)
13. Wonogiri: Setyo Sukarno - Imron Rizkyarno (Bupati dan Wakil Bupati)
Baca Juga: Proses Penetapan NIP CASN Akan Ditolak Jika Muncul Hasil Verifikasi Seperti ini!
14. Kudus: Sam’ani Intakoris - Bellinda Putri Sabrina (Bupati dan Wakil Bupati)
15. Pekalongan: Achmad Afzan Arslan - Balgis Diab (Wali Kota dan Wakil Wali Kota)
16. Gunung Kidul: Endah Subekti Kuntarningsih - Joko Parwoto (Bupati dan Wakil Bupati)
Baca Juga: Panduan Lengkap Alur Penetapan NIP CASN Tahun Anggaran 2024!
17. Bangkalan: Lukman Hakim - Moch Fauzan Ja’far (Bupati dan Wakil Bupati)
18. Kediri: Hanindhuto Himawan Pramana - Dewi Mariya Ulfa (Bupati dan Wakil Bupati)
19. Banyuwangi: Ipuk Fiestiandani Azwar Anas - Mujiono (Bupati dan Wakil Bupati)
20. Nganjuk: Marhaen Djumadi - Trihandy Cahyo Saputro (Bupati dan Wakil Bupati)
Baca Juga: Kepala BKN Ungkap Rahasia di Balik Kebijakan yang Tak Terduga ASN dan WFA
21. Pasuruan: Adi Wibowo - Mokhamad Nawawi (Wali Kota dan Wakil Wali Kota)
Masih terdapat beberapa kepala daerah lain yang juga menerima instruksi serupa dari PDIP. ***




