POJOKSATU.id — Kasus pemecatan Novi Citra Indriyati, vokalis band Sukatani yang juga seorang guru, akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Mutiara Hati.
Banyak spekulasi yang beredar bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan viralnya lagu "Bayar Bayar Bayar" yang dinyanyikan bandnya.
Namun, pihak sekolah membantah dan menegaskan bahwa alasan pemecatan kepadanya karena pelanggaran kode etik terkait aurat.
Nama Novi Citra Indriyati mendadak menjadi sorotan publik setelah lagu "Bayar Bayar Bayar" yang dibawakan Band Sukatani viral di media sosial.
Baca Juga: Terkait Intimidasi Personel Grup Band Sukatani, Ditressiber Langsung Diperiksa Propam Polda Jateng
Band tersebut awalnya tampil dengan topeng, menyembunyikan identitas personelnya, hingga akhirnya harus mengungkapkan siapa mereka dalam sebuah video permintaan maaf yang ditujukan kepada pihak kepolisian.
Dalam video tersebut, terungkap bahwa Novi Sukatani adalah seorang guru di SD IT Mutiara Hati.
Viralnya lagu tersebut memicu spekulasi bahwa pemecatan Novi dari sekolah berkaitan dengan kontroversi yang ditimbulkan oleh bandnya.
Diberhentikan Sebelum Viral
Namun, Eti Endarwati, Kepala Sekolah SD IT Mutiara Hati, membantah anggapan tersebut.
Ia menegaskan bahwa keputusan pemberhentian Novi telah dibuat jauh sebelum lagu Bayar Bayar Bayar menjadi viral di media sosial.
"Betul, Novi diberhentikan. Tetapi yang jadi masalah bukan lagu dan bukan terkait peristiwa viralnya," ujar Eti Endarwati.
Ia menjelaskan bahwa alasan utama pemecatan Novi adalah karena melanggar kode etik syariat Islam yang berlaku di sekolah.
Menurutnya, pihak sekolah menemukan adanya unggahan di media sosial yang menunjukkan aurat Novi terbuka, yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut oleh SD IT Mutiara Hati.
"Ada aturan yang berlaku untuk semua dan ada kode etik kepada guru-guru kami. Adapun pelanggaran kode etik yang paling mendasar adalah terbukanya aurat guru. Jadi kami menemukan di sosmed beliau ada bagian aurat yang terbuka," jelas Eti.
Meskipun demikian, Eti mengakui bahwa selama menjadi guru di sekolah tersebut sejak tahun 2022, Novi dikenal sebagai sosok pengajar yang baik dan bertanggung jawab.
"Beliau (Novi) mengajar dengan baik," tambahnya.
Namun, pihak sekolah tetap berpegang teguh pada aturan yang ada dan menegaskan bahwa pelanggaran kode etik tidak dapat ditoleransi.
"Cuma namanya guru tidak hanya punya kompetensi saja, tetapi ada nilai-nilai yang kalau melanggar aturan harus dipatuhi dengan segala konsekuensinya, dan beliau sudah menyadari itu," ungkap Eti.
Sebagai bentuk dukungan, pihak sekolah telah menyiapkan surat keterangan pengalaman mengajar bagi Novi. Namun, hingga kini surat tersebut belum diambil oleh yang bersangkutan.
Kesempatan Kembali Jadi Guru
Kasus pemecatan Novi juga menarik perhatian Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif.
Melalui akun Instagram pribadinya, Fahmi mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib Novi yang harus kehilangan pekerjaannya sebagai guru.
Ia pun menawarkan kesempatan bagi Novi untuk kembali mengajar di sekolah-sekolah yang ada di Purbalingga.
"Saya dengan tangan terbuka siap menerima Mba Novi jika berkenan untuk mengabdi di Purbalingga. Kami siap memfasilitasi dan mensupport," ujar Fahmi.
Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Novi mengenai tawaran tersebut.
Dalam unggahan terbaru di akun Instagram resmi band Sukatani, Novi dan rekan sebandnya, Muhammad Syifa Al Lutfi alias Alectroguy, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh banyak pihak.
"Halo teman-teman. Kami dari Sukatani mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan oleh semua pihak selama beberapa hari ini," tulis band Sukatani dalam postingan Instagram-nya.
"Kami sangat menghargai solidaritas dari kawan-kawan sehingga membuat kami tetap kuat."
"Kami juga ingin mengabarkan bahwa kondisi kami sudah membaik dan berada pada ruang yang lebih aman." ***


