POJOKSATU.ID - Cek profil Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) TNI AL Laksamana Madya TNI Denih Hendrata di bawah ini.
Seperti diketahui, sosok Denih Hendrata belum lama ini tengah ramai diperbincangkan publik di media sosial.
Sebab, dirinya memberikan pernyataan yang menuai perdebatan terkait kasus penembakan bos rental mobil Ilyas Abdurahman (48) di Tol Tangerang.
Baca Juga: Bantah Tegas Pernyataan TNI AL: Anak Bos Rental Mobil Sebut Ayahnya Bukan Pelaku Pengeroyokan
Yang mana, Denih Hendrata mengaku bahwa anggotanya terpaksa melancarkan serangan terhadap Ilyas Abdurahman lantaran telah menjadi pelaku pengeroyokan.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @fakta.indo pada Selasa (7/1/2025).
Dalam unggahannya, Denih menyatakan dengan jelas bahwa korban terpaksa ditembak lantaran telah bertindak amoral.
Baca Juga: Lindungi Masa Depan Anda dengan Asuransi Kecelakaan Diri
“Nah kalau ada pengeroyokan, berarti kan sebetulnya, kan sama-sama enggak tahu siapa yang akan mati,” ucapnya.
“Kita saja kalau misalkan terdesak dikeroyok pasti akan membela diri,” lanjut Pangkoarmada TNI AL.
Denih juga menambahkan bahwa anggotanya yang melakukan penembakan sudah sesuai dengan ketentuan berlaku.
Baca Juga: UPDATE! Kejutan di Balik Pengumuman CPNS: Peringkat Bawah Justru Lolos CPNS 2024
Yang mana, dirinya menuturkan bahwa pelaku penembakan bos rental tersebut sudah dilatih untuk mengambil sikap dalam kasus tersebut.
“Jadi kembali lagi, apalagi mungkin karena tentara juga sudah dilatih bagaimana faktor kecepatan,” jelasnya.
“Insting segala macam, kita sering dengar ada (istilah) ‘Kill or To Be Killed’ (membunuh atau dibunuh),” lanjutnya.
Baca Juga: Berikut Instansi yang Telah Umumkan Hasil Akhir Seleksi CPNS 2024! Cek Linknya Pengumuman Disini!
Kendati demikian, pengakuan Denih terkait penembakan bos rental mobil ini justru dibantah oleh anak korban.
Yang mana, anak bos rental mobil bernama Rizky Agam menuturkan bahwa ayahnya bukan pelaku pengeroyokan.
Ditambahnya, Rizky menuturkan bahwa ayahnya ditembak hingga tewas hanya karena hendak mengambil alih mobil miliknya.
Tidak heran, kasus ini tengah ramai diperbincangkan publik terkait kebenaran yang terjadi di lapangan.
Terlebih, yang menyampaikan bahwa korban ditembak lantaran jadi pelaku pengeroyokan anggota TNI AL merupakan seorang petinggi.
Seperti diketahui, rekam jejak Denih disinyalir tidak hanya serta merta menyandang jabatan Pangkoarmada TNI AL saja.
Melainkan, dirinya diketahui menjadi penanggung jawab hubungan militer dengan negara di benua Eropa.
Berdasarkan informasi beredar, sosok Denih merupakan pengemban amanat hubungan kerja sama dengan Rusia.
Yang mana, hubungan kerja sama TNI AL dengan militer Rusia ini disebut dengan Latma Orruda 2024.
Diketahui, Latma Orruda 2024 merupakan latihan kombatan pertama kali yang digelar oleh TNI AL dan Angkatan Laut Rusia di Surabaya pada 4-8 November 2024 silam. ***



