POJOKSATU.ID – Pengumuman hasil akhir seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di berbagai daerah, termasuk Kota Yogyakarta, menyajikan kejutan yang cukup mengejutkan.
Banyak peserta yang semula optimis karena meraih peringkat tinggi pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) justru harus gigit jari karena tidak lolos.
Sebaliknya, peserta dengan peringkat SKD yang lebih rendah berhasil lolos dan dinyatakan sebagai calon ASN.
Baca Juga: Berikut Instansi yang Telah Umumkan Hasil Akhir Seleksi CPNS 2024! Cek Linknya Pengumuman Disini!
Fenomena ini terjadi karena bobot nilai Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang cukup besar, yakni mencapai 60%.
Hal ini berarti, meski seorang peserta memiliki nilai SKD yang sangat tinggi, namun jika nilai SKB-nya kurang memuaskan, peluang untuk lolos menjadi sangat kecil.
Contoh di Pemerintah Kota Yogyakarta
Salah satu contoh nyata terjadi pada formasi Fasilitator Pemerintahan di Pemerintah Kota Yogyakarta.
Dari tiga peserta yang lolos ke tahap SKB untuk satu formasi yang tersedia, peserta dengan peringkat SKD terendah justru yang berhasil lolos.
Hal ini disebabkan oleh nilai SKB yang sangat baik sehingga mampu mengungguli peserta lainnya.
Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor yang menyebabkan fenomena ini antara lain Bobot Nilai SKB dan mungkin faktor rejeki.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bobot nilai SKB yang besar membuat nilai ini sangat menentukan kelulusan seseorang.
Tiap jabatan memiliki persyaratan kompetensi yang berbeda-beda. Peserta dengan peringkat SKD tinggi belum tentu memiliki kompetensi yang sesuai dengan jabatan yang dilamar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa seleksi CPNS tidak hanya mengukur kemampuan dasar saja, tetapi juga kemampuan khusus yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugas sebagai ASN.
Peserta yang ingin lolos seleksi CPNS perlu mempersiapkan diri secara matang, baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan di tahun berikutnya.***




