POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus penembakan bos rental mobil, Ilyas Abdurahman (48) di Tol Tangerang.

Seperti diketahui, belum lama ini sosok bos rental Ilyas Abdurahman dikabarkan telah meninggal dunia.

Yang mana, dirinya dikabarkan wafat usai ditembak oleh pelaku tindak pidana dengan menggunakan senjata api (senpi).

Baca Juga: Warga Butuh Transparansi Anggaran, Kades Kaliglagah Sumberbaru Jember Belum Merespon

Diketahui, hal ini terjadi lantaran Ilyas Abdurahman tengah mengejar pelaku yang telah menggelapkan mobil rental miliknya.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @bacottetangga_ pada Jumat (3/1/2025).

Dalam unggahannya, Ilyas dikonfirmasi menjadi korban penembakan oleh pelaku di Rest Area Tol Tangerang.

Baca Juga: Kejar-kejaran Komplotan Pelaku Penggelapan Mobil di Rest Area Tol Balaraja, Bos Rental Tewas Ditembak Para Pelaku

Usut punya usut, korban penembakan dari pelaku tindak kriminal ini ternyata tidak hanya menyasar ke bos rental mobil tersebut.

Melainkan, rekan-rekannya juga ikut mendapat perlakuan pidana dari pelaku hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Pengusaha rental mobil (rekan kami) ditembak oleh pelaku kejahatan penggelapan unit rental mobil,” jelasnya.

Baca Juga: Selama Tahun 2024, Polda Banten PTDH 'Polisi Nakal' yang Melakukan Pelanggaran Berat, Kapolda : Kasusnya Meningkat dari Tahun Lalu

“Korban penembakan ada 3 orang, 1 rekan kami (Ilyas) telah meninggal dunia, 2 terluka dan dibawa ke rumah sakit kawasan Tangerang,” lanjutnya.

Lebih lanjut, kasus ini bermula ketika korban saat itu mengetahui ada hal yang mencurigakan dari sosok penyewa mobil.

Di mana, mobil tersebut dipakai pelaku diluar dari kesepakatan Ilyas dengan si penyewa berinisial AS.

Baca Juga: Ini Alasan Pengumuman Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu Masih belum Muncul di SIMPKB

Diketahui, kesepakatan rental mobil ini disinyalir berlangsung selama 3 hari mulai dari Selasa (31/12/2024) kemarin.

Namun, penyewa berinisial AS ini tidak kunjung mengembalikan mobil tersebut setelah 3 hari berlalu.

Tidak hanya itu, penyewa ini juga diketahui telah mencopot GPS (Global Positioning System) dari unit mobil merk Honda Brio milik Ilyas.

Baca Juga: Palang RelBaca Juga: Palang Rel

Oleh karena itu, bos rental mobil yang mengetahui hal ini sontak bergegas mengunjungi sinyal GPS di lokasi terakhir kawasan Pandeglang.

Namun, Ilyas yang berangkat bersama kedua anaknya ini justru dikagetkan dengan keadaan lokasi GPS tersebut.

Yang mana, dirinya tidak menemukan keberadaan penyewa AS usai tiba di lokasi GPS tersebut memberikan sinyal.

Baca Juga: Resolusi Tahun 2025, Pemerintah Harus Tegas Hukum Pelaku Korupsi

Melainkan, Ilyas bersama dua anaknya ini menemukan keberadaan mobil merk Honda Brio miliknya dengan orang yang berbeda.

Hal ini diungkapkan langsung oleh anak bos rental mobil tersebut bernama Rizky Agam yang menjadi saksi mata di lokasi kejadian.

Rizky menyebutkan bahwa dirinya sempat terkejut lantaran mobil rental milik ayahnya ini sudah berpindah tangan.

Baca Juga: Viral, Tanpa Papan Nama, Proyek Pengaspalan di Desa Kaliglagah Diprotes Warga

“Di Saketi, Pandeglang ternyata sudah berpindah tangan, bukan dengan AS (peminjam) lagi,” ucapnya yang dikutip Pojoksatu.id dari akun X milik @satroajihadi.

Tidak lama setelahnya, Rizky yang mengetahui hal ini berupaya meminta penjelasan dari pengemudi tersebut.

Sebab, saat itu dirinya dengan korban hendak mengambil alih mobil rental yang telah disewa penyewa pertama.

Baca Juga: Pengawas atau Pendamping Satuan Pendidikan? Begini Perbedaannya Berdasarkan PERMENPAN RB Nomor 21 Tahun 2024

Dikarenakan, mobil rental ini diketahui telah mencapai limit pemakaian yang sudah lebih dari 3 hari.

Namun, upaya Rizky dan Ilyas justru digagalkan dengan melihat hal yang mengejutkan saat hendak mengambil alih mobil tersebut.

Yang mana, korban dan anaknya ini dikagetkan dengan sosok pria yang mengancam mereka dengan memegang sebuah senpi.

Baca Juga: Jangan Jadi Guru Ketinggalan Zaman! Begini Digital Teacher di Era Pendidikan 4.0 dan 4.3, Bikin Belajar Makin Seru dan Efisien!

Oleh karena itu, Ilyas beserta kedua anaknya ini tidak melanjuti upaya pengambilan alih mobil rental tersebut.

“Namun yang sangat disayangkan, terdapat seseorang yang bawa senpi saat kita mau ambil mobil tersebut, jadi kita sebagai warga sipil tidak berani ambil tindakan,” jelas Rizky.

Tidak lama setelahnnya, pelaku yang memegang senpi ini sontak bergegas melarikan diri usai mobil merk Honda Brio tersebut hendak diambil alih.

Baca Juga: PLN Berikan Diskon Bagi Seluruh Pelanggan Rumah Tangga, Tidak Terkecuali Pelanggan Rumah Tangga di Purwakarta

Di mana, dirinya kabur bersama rekannya yang mengemudikan mobil lainnya merk Daihatsu Sigra.

Mengetahui hal ini, Ilyas bersama kedua anaknya yang tengah dalam kepanikan terpaksa mengikuti arah mobil pelaku.

Bukan tanpa persiapan, mereka sempat menghubungi aparat kepolisian untuk meminta bantuan dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Tidak Punya Wacom Tablet? Gunakan iPad dan Apple Pencil di MacBook, Mengajar Online Jadi Lebih Mudah!

Yang mana, selama perjalanan berlangsung Ilyas dan kedua anaknya berhenti di Polsek Cinangka.

Momen ini dimanfaatkan oleh Ilyas lantaran melihat pelaku sempat berhenti di kawasan Anyer selama kurang lebih 20 menit.

Namun, upaya yang dilakukan Ilyas untuk meminta tolong ini justru tidak diindahkan oleh aparat kepolisian.

Baca Juga: Sediakan Gedung Rumah Perlindungan Sosial, Bobby Nasution: Warga Medan Punya Tempat Rehabilitasi

“Selama perjalanan kita terus kejar di daerah Anyer itu mobil sempat berhenti sekitar 15 sampai 20 menitan,” ucapnya.

“Kita ada inisiatif karena nggak berani untuk ambil mobil tersebut itu, karena ada senjata api, akhirnya mampir ke Polsek Cinangka,” jelasnya.

“Sayangnya, Polsek Cinangka kita minta pendampingan itu mereka keberatan untuk dampingi kita, minta izin ke ke kapolsek juga keberatan,” imbuh anak Ilyas.

Baca Juga: Positif! PPN di Indonesia Naik 12 Persen Ternyata Awal Langkah Maju seperti di Finlandia, Begini Penjelasannya

Oleh karena itu, dengan keadaan panik Ilyas dan kedua anaknya terpaksa kembali membuntuti para pelaku tanpa persiapan apapun.

Tidak lama setelahnya, pelaku berhenti di Rest Area Tol Tangerang usai mencoba melarikan diri dari pengejaran Ilyas.

Ilyas yang mengetahui mobil miliknya berhenti ini sontak melakukan tindakan berbahaya dengan menghampiri para pelaku.

Baca Juga: KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta Api Februari 2025, Berikut Penjelasannya

Alih-alih demikian, peristiwa mengenaskan justru terjadi saat Ilyas menghampiri mobil miliknya dengan tangan kosong.

Yang mana, dirinya tiba-tiba ditembak dari arah mobil milik rekan pelaku penggelapan merk Daihatsu Sigra.

Tanpa berpikir panjang, kedua anak Ilyas yang mengetahui hal ini sontak bergegeas memanggil bala bantuan.

Baca Juga: Terungkap Sudah Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu tak Lulus PPPK 2024 Tahap 1, MOHON MAAF Ini Benar-Benar Kabar TIDAK MENGENAKKAN

Namun, tidak lama setelah Ilyas mendapatkan perawatan di RSUD Balaraja Tangerang dirinya dinyatakan telah meninggal dunia.

Hingga kini, kasus tersebut tengah dalam penanganan pihak kepolisian usai sebelumnya tidak mengindahkan pertolongan korban. ***